YLKI : Penjualan BBM RON rendah permalukan pemerintah

Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai dukungan atas pengoperasian SPBU yang menjual BBM oktan rendah RON 89 dapat mempermalukan pemerintah karena bertentangan dengan tren penggunaan energi ramah lingkungan.

“Negara lain berjibaku untuk lolos Euro3 dan Euro 4, sementara Indonesia belum lolos dengan Euro 2 karena melanggengkan BBM RON rendah,” kata Tulus Abadi melalui rilisnya seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (24/11).

Menurutnya, target Indonesia untuk mengurangi produksi karbon hingga 26 persen pada 2030 tidak akan tercapai jika Indonesia masih menggunakan jenis BBM tersebut. Menurutunya, hal tersebut tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan energi bersih serta energi baru dan terbarukan.

“Bagaimana mau mengurangi produksi karbon jika penggunaan bahan bakar kualitas rendah masih dominan. Dan mengapa pula Kementerian ESDM menyambut beroperasinya SPBU tersebut,” imbuhnya.

Tulus mengatakan dukungan Pemerintah terhadap SPBU itu justru memunculkan berbagai anomali. Pertama, karena penjualan BBM oktan rendah tidak sesuai peta jalan (roadmap) yang seharusnya mengurangi konsumsi dan distribusi BBM beroktan rendah.

Bahkan, di negara tetangga, seperti Malaysia, menjual BBM dengan RON paling rendah 95. Kalaupun RON yang dijual adalah 89, menurut Tulus, klaim tersebut harus diuji terlebih dahulu di laboratorium independen.

Anomali selanjutnya, SPBU itu menjual BBM oktan rendah di bawah harga pasar. Bisa saja hal tersebut merupakan teknik pemasaran untuk menggaet konsumen pada masa promosi. Kalau masa promosinya lewat, mereka bisa menjual dengan harga normal atau bahkan lebih mahal.

Tulus menilai, SPBU tersebut sebaiknya beroperasi di daerah terpencil (remote), sejalan dengan kebijakan BBM Satu Harga. “Di daerah tersebut masyarakat jauh lebih membutuhkan karena masih minimnya infrastruktur SPBU,” ujarnya.

Sebelumnya, Corporate Communication PT Vivo Energi Indonesia Maldi Aljufrie mengatakan pihaknya akan menjual bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan harga lebih murah dibandingkan dengan lokasi SPBU di kota-kota besar.

Jenis bahan bakar minyak yang akan dijual pada SPBU 3T adalah Revo 89, Revo 90 dan jenis Primus atau BBM untuk diesel dengan Ron 48 sampai Ron 49. Jenis BBM Revvo RON 89 hari ini dijual dengan harga Rp 6.100, RON 90 sebesar Rp 7.500 dan RON 92 sebesar Rp 8.250.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.