Toko kosmetik Jepang minta maaf gegera ‘orang China dilarang masuk’

- Tweet this Article - Stumble this Article - Digg this Article - Share this Article -

Produsen pembuat kosmetik di Jepang, Pola, meminta maaf kepada publik setelah salah satu toko ritelnya menuliskan sebuah tanda larangan pembeli orang China.

Permintaan maaf dari Pola muncul setelah pengguna media sosial China menyebarkan foto poster dengan tulisan berwarna merah bertuliskan “Orang China dilarang masuk”.

Pesan itu ditulis tangan dalam bahasa Jepang, tapi mudah dimengerti oleh pembaca China.

Belum jelas di mana kejadian itu terjadi.

“Kami dengan tulus meminta maaf dan menyesal atas poster yang tidak tepat itu yang telah menimbulkan perasaan dan gangguan yang tidak menyenangkan bagi banyak orang,” kata Pola dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu (25/11) dalam bahasa Jepang dan China, seperti dilansir laman the Straits Times, Minggu (26/11).

Perusahaan Jepang itu mengatakan sudah mengidentifikasi cabang yang bertanggung jawab atas tanda tersebut dan telah menghapusnya.

“Perusahaan kami menganggap serius masalah ini,” kata Pola.

“Kami akan menunda operasi toko dan segera menghukum mereka yang bertanggung jawab, setelah kami memastikan fakta-fakta tentang masalah ini.”

Jepang melihat besarnya jumlah pengunjung China yang membeludak dalam beberapa tahun terakhir. Banyak di antara mereka berbelanja produk riasan buatan Jepang dalam jumlah besar.

Tapi jumlah mereka yang terbilang banyak malah memicu reaksi balik. Beberapa orang Jepang mengeluh banyak para pembeli China itu sulit diatur dan tidak sopan.

Produsen kosmetik Jepang Pola dari Pola Orbis Holdings beroperasi secara global, dan memperluas jangkauan penjualannya di Asia dan memanfaatkan popularitas produk perawatan kulitnya di kalangan pembeli China.

Artikel Terkait :

admin