Terhitung mulai 1 Desember pekerja Meksiko bakal naik gaji

Pemerintah Meksiko dan para pengusaha sepakat menaikkan upah minimum negara mulai 1 Desember nanti. Kenaikan gaji sebesar 10 persen, dari 80.04 peso atau Rp 5,8 juta menjadi 88,36 peso atau setara Rp 6.4 juta.

Namun kenaikan gaji ini dikeluhkan oleh para pekerja asal Amerika Serikat yang memilih Donald Trump sebagai presiden karena janji Trump untuk menegosiasi ulang NAFTA atau kesepakatan perdagangan antara AS, Kanada dan Meksiko. Trump selama ini menyalahkan NAFTA banyak lapangan kerja bagi warga Amerika berkurang.

Tenaga kerja murah di Meksiko membuat perusahaan-perusahaan Amerika tertarik berinvestasi di Meksiko selama beberapa dekade.

Robert Scott, pengamat dari Institut Kebijakan Ekonomi memperkirakan sekitar 800.000 lowongan kerja di AS hilang berpindah ke Meksiko antara 1997 dan 2013. NAFTA menjadi undang-undang pada 1994.

Dengan upah minimum nasional AS sebesar USD 7,25 per jam sampai USD 58 untuk jam kerja selama 8 jam, angka itu 12 kali lebih tinggi dari upah pekerja di Meksiko. Kondisi ini membuat perusahaan AS lari ke Meksiko dan dengan demikian lowongan kerja di Meksiko jadi lebih banyak, seperti dilansir dari CNN Money, Senin (27/11).

Inilah salah satu alasan mengapa Meksiko memiliki tingkat pengangguran yang sangat rendah, saat ini mencapai 3,6 persen, jika dibandingkan pengangguran AS sekitar 4,1 persen.

Sebenarnya, salah satu tujuan pemerintahan Trump dalam menegosiasi ulang NAFTA adalah penegakan undang-undang upah minimum yang lebih ketat di seluruh Amerika Utara, meskipun masalah paling umum terjadi di Meksiko.

Pekerja Meksiko sangat membutuhkan kenaikan gaji ini, karena kenaikan harga yang menyulitkan daya beli orang-orang Meksiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.