Program Jokowi BBM satu harga tak terasa di Papua

Program Presiden Joko Widodo yakni Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga belum menjangkau sejumlah kawasan pedalaman Papua. Hal itu disebabkan minimnya akses penerbangan ke sejumlah kawasan tersebut.

“Kendala yang terjadi hanyalah penerbangan dari Jayapura-Waimena terus Timika-Waimena,” ungkap Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran 3, Jakarta, Jumat (13/10).

Tak hanya program BBM satu harga, program tol laut juga belum menjawab kebutuhan rakyat Papua. Sebab, pelabuhan belum banyak sehingga kapal pembawa barang sulit berlabuh. “Tol laut tidak muat karena macet dan juga penampungan sangat bahaya,” ucap Lenis.

Pria asal Papua ini menyarankan agar pemerintah serius melihat kebutuhan rakyat Papua. Terutama pada pembangunan bandar udara dan pelabuhan. “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam sila ke-5 itu bukan hanya ‘BBM satu harga’ tapi juga pembangunan,” ujarnya.

Bupati Nabire Papua, Isaias Douw, menambahkan warga Nabire membutuhkan pelabuhan yang laik. Saat ini, harga barang di Nabire melonjak karena akses pelabuhan yang terhambat. “Kami minta dirjen perhubungan laut segera menangani pembangunan pelabuhan. Ini program nasinal,” pintanya.

Isaias juga meminta agar bandar udara di Kabupaten Nabire Papua segera dibangun. Dengan begitu, akses distribusi bahan bakar dan sejumlah barang yang dibutuhkan rakyat Nabire bisa diperoleh dengan mudah.

“Saya pikir Kemenhub harus kerjakan dan perhatikan dengan baik infrastruktur ini,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.