Penjemputan Wabup Pessel oleh Penyidik terhambat massa

- Tweet this Article - Stumble this Article - Digg this Article - Share this Article -

Penyidik dari Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) RI menunda pemeriksaan Wakil Bupati Pesisir Selatan (Wabup Pessel), Rusma Yul Anwar pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perusakan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh.

Ditundanya pemeriksaan pasangan dari Bupati Hendrajoni tersebut lantaran massa pendukung Rusma ‘mengepung’ halaman rumah dinas (rumdis) orang nomor dua di Pessel tersebut. Loyalis dari Wabup Pessel menolak pemimpinnya untuk dibawa oleh penyidik keluar dari Pesisir Selatan. Mereka sekuat tenaga mempertahankan sang wakil dari petugas. Sejak Kamis (16/11) malam jumlah massa yang datang ke kediaman Rusma bertambah.

“Pada dasarnya, beliau siap diperiksa. Hanya saja, massa yang mengetahui kedatangan petugas ke kediamannya langsung bergerak untuk menahan Wabup mereka dibawa pergi untuk dimintai keterangannya,” kata penasehat hukum Rusma Yul Anwar, Martri Gilang Rosadi, Jumat (17/11) di Mapolres Pessel.

Ia menyebut, massa pendukung Wabup Pessel tersebut tidak menginginkan pemeriksaan dilakukan diluar Pessel, apalagi sampai dibawa ke Jakarta.

“Massa pendukung khawatir, beliau akan langsung ditahan jika dibawa keluar dari Pessel,” tuturnya.

Dirinya juga menyoroti adanya kejanggalan dalam proses pemeriksaan Wabup Pessel tersebut. Martri beralasan bahwa Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) Rusma Yul Anwar dilayangkan ke Mako Satpol PP Pessel. Padahal, Satpol PP tidak memiliki kewenangan untuk hal tersebut.

Kedua, penetapan Rusma Yul Anwar sebagai tersangka tidak melalui surat penetapan. Bahkan, ia mengaku kliennya belum pernah menerima surat tersebut.

“Jadi, kami berfikir segala proses dalam kasus ini terkesan dipaksakan. Padahal klien kami sedang sakit,” sebutnya.

Dinyatakannya bersalah atau tidak Rusma Yul Anwar ia serahkan sepenuhnya di persidangan. “Karena saat ini status tersangka yang dialamatkan kepada beliau baru sekedar sangkaan. Biarkan saja majelis hakim yang membuktikan,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Pessel, AKBP Ferry Herlambang menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan mengamankan kediaman Rusma Yul Anwar hanya untuk memfasilitasi tim penyidik dari Jakarta untuk menjemput Wabup Pessel.

“Pasalnya, massa sudah mengepung kediaman rumah dinas ini sehari sebelum datangnya penyidik. Tidak ada gesekan antara massa dengan petugas. Kami siap mengantisipasi seandainya terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Artikel Terkait :

admin