Iran hack akun surel petinggi Libanon untuk pengaruhi pemilu 2018

- Tweet this Article - Stumble this Article - Digg this Article - Share this Article -

Sebuah laporan diterbitkan surat kabar Prancis ‘Le Figaro’ menunjukkan bahwa para peretas Iran saat ini tengah melakukan serangan terhadap akun-akun eletronik milik petinggi Libanon. Para peretas Iran ini, kata sumber intelijen, melakukan serangan siber atas dukungan dari pemerintah.

Dalam sebuah artikel bertajuk ‘Lebanon, Suriah, Irak: Bagaimana Iran Memperluas Pengendaliannya?’, dibeberkan bahwa para peretas itu memiliki akses ke surat eletronik dan rekening bank swasta milik Presiden Libanon Michel Aoun dan Perdana Menteri Saad Hariri.

Dilansir dari laman Asharq Al-Awsat, Selasa (28/11), beberapa dokumen telah dikumpulkan dari akun surel Aoun dan Hariri oleh para peretas. Disinyalir, para peretas ini memiliki niat untuk memengaruhi pemilihan parlemen pada Mei 2018 agar dukungan beralih ke kaum Syiah dan Hizbullah di Libanon.

Selain itu, sumber intelijen juga mengungkapkan bahwa peretas menargetkan pejabat lain di Kementerian Hukum dan Urusan Luar Negeri Libanon, termasuk tentara, bank sentral, serta bank-bank lainnya, dalam operasi pembajakan siber skala besar ini.

Sumber intelijen mengatakan bahwa para ‘hacker’ telah menyusup ke server Libanon selama lebih dari enam bulan.

Serangan siber ini disebut-sebut mirip dengan yang dilakukan pihak Rusia kepada Amerika pada 2016 lalu selama masa kampanye Presiden Donald Trump. Iran mengikuti jejak Rusia dan beralih ke operasi elektronik untuk memperluas kontrolnya terhadap wilayah Timur Tengah.

Artikel Terkait :

admin