Erupsi Gunung Agung disebut lebih merugikan dari bom Bali

- Tweet this Article - Stumble this Article - Digg this Article - Share this Article -

Erupsi Gunung Agung yang terjadi beberapa waktu lalu sangat berpengaruh terhadap perekonomian Bali. Hal tersebut terlihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem, Bali 2017.

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, menjelaskan penurunan pendapatan disebabkan banyak wisatawan, khususnya mancanegara yang membatalkan kunjungannya ke Bali. Pembatalan itu karena adanya larangan perjalanan atau travel warning dari negara asal.

“Pada tahun lalu, kita memiliki PAD Rp 235 miliar tapi diperkirakan yang akan datang ini paling hanya Rp 50 miliar,” katanya di Karangasem, Bali, Minggu (17/12).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan bom Bali, kerugian lebih banyak ketika erupsi Gunung Agung. “Jadi dibandingkan dengan bom Bali 1 dan 2 kerugiannya lebih banyak sekarang. Kalau bom tidak ada penutupan bandara kalau sekarang ada penutupan bandara,” ucap Ayu Mas.

Oleh karena itu, dia meminta dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk mengembalikan kondisi perekonomian di Bali. Sebab, kondisi Gunung Agung sendiri tidak mengkhawatirkan.

“Makanya nanti harapan kita semua balik lagi. Pak Wakil Presiden akan segera berkunjung ke sini, kira-kira minggu depan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari 78 desa di Kabupaten Karangasem Bali, hanya 15 desa yang terdampak erupsi Gunung Agung. Dengan begitu, dia menegaskan bahwa kondisi Bali aman. Sehingga diharapkan agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan pulau dewata itu.

Artikel Terkait :

admin