Berani lakukan pungli, dua pegawai BPN dipenjarakan

Dua pegawai nonaktif Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Terdakwa Chalidah Nazar (48), Staf Seksi Pengukuran BPN Surabaya II dan Bayu Sasmito pegawai harian lepas (PHL) BPN Surabaya II, ini diduga melakukan pungutan liar. Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dedeh.

Dalam berkas tuntutannya, JPU menjelaskan kedua terdakwa melakukan pungli dalam pengurusan surat tanah yang dilakukan oleh 12 pemohon. Nilainya mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 16 juta, tergantung dengan tanah dan luas tanahnya.

Pungli yang mereka lakukan terendus tim saber pungli Polrestabes Surabaya. Keduanya langsung ditangkap dalam operasi tangkap tangan. Dari penangkapan tersebut ditemukan uang senilai Rp 8 juta yang tersimpan di dalam laci meja tersangka Chalidah Nazar.

Kemudian menyita 3 lembar bukti setoran PNPB Bank Jatim dari pemohon, 12 berkas pemohon, dan buku tabungan Bank Jatim milik tersangka Bayu Sasmito.

Jaksa menyebut kedua terdakwa telah melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 56 ayat (2) KUHP dan melanggar pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Juncto Pasal 56 ayat (2) KUHP.

“Dengan ini memberikan tuntutan 2 tahun penjara, dan denda Rp50 juta, subsider dua bulan kurungan,” kata Jaksa Chalidah K Hapsari, Selasa (28/11).

Mendengar tuntutan tersebut, kedua terdakwa langsung mengajukan nota pembelaan. “Menolak, saya akan melakukan pembelaan di sidang berikutnya Pak Hakim,” kata kedua terdakwa secara bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.