Samsung Galaxy A8 akan punya desain Bezel-less

Kedatangan Samsung Galaxy A8 di tahun 2018 nanti sepertinya akan membuat para pecinta Samsung bersorak kegirangan. Bukan apa-apa, desain yang akan dibawa perangkat ini sepertinya akan mengusung desain yang kekinian banget.

Menurut laporan dari GizChina (26/11), perangkat Galaxy A8 ini akan menampilkan desain tanpa panel. Gambaran panel depan Galaxy A8 terbaru sudah bocor akhir pekan lalu yang menegaskan bahwa smartphone ini akan memiliki bezel yang tipis.

Selain itu, keputusan desain yang tidak biasa lainnya adalah penambahan setup dual camera di sisi depan. Tepat di atas layar. Sebuah dual kamera selfie bukanlah sesuatu yang umum di dunia smartphone. Bahkan jarang perangkat Samsung menyertakan fitur ini. So, pantas diapresiasi jika memang bentuk akhirnya nanti benar seperti itu.

Karena bezel tipis, tentunya tidak akan tombol home fisik. Jadi, sensor sidik jarinya bisa diposisikan di belakang. Penasaran seperti apa? Kita nantikan saja tanggal mainnya!

Mobil listrik bakal jadi solusi transportasi terbaik untuk lingkungan

Mobil listrik adalah salah satu solusi untuk menyelamatkan Bumi, dengan pemanfaatan listrik yang bisa diproduksi lewat energi yang bisa diperbaharui, ketimbang bahan bakar bensin yang tak bisa diperbaharui.

Seperti kita tahu, listrik bisa diproduksi lewat energi yang terbarukan, seperti angin, tenaga surya, lewat tekanan air seperti di PLTA, ataupun bahkan nuklir. Sementara bensin yang kita pakai sehari-hari, diproduksi dari minyak Bumi yang suatu saat bisa habis. Kendaraan bensin pun berkontribusi dalam emisi karbon dan polusi udara.

Akhirnya, tak bisa dipungkiri bahwa mobil listrik akan jadi masa depan transportasi dunia. Nama besar di industri transportasi pun terjun dan berkomitmen untuk memproduksi mobil listrik, dan mengakhiri pembuatan kendaraan berbasis bensin.

Untuk saat ini saja, di negara-negara barat, bahkan di Asia, sudah banyak pengguna mobil listrik dari merek-merek yang diproduksi masal seperti Tesla, Chevy Bolt, atau Nissan Leaf.

Di Indonesia, mobil hibrida sudah mulai didemokan, lewat Nissan Note e-Power Medalist besutan produsen asal Jepang, Nissan.

Pada 2019 hingga 2023 mendatang, juga disebut sebagai transisi para produsen mobil untuk mengakhiri era mobil bensin. Diharapkan di atas tahun 2023, jalanan dipenuhi mobil baru yang berbasis listrik. Di dekade mendatang, diharapkan mobil bensin sudah tidak ada.

Namun permasalahannya, solusi hijau untuk energi yang tidak dapat diperbaharui ini juga punya efek samping. Ternyata, mobil listrik tak seberapa ramah lingkungan.

Memang mobil listrik tidak menghasilkan emisi karbon, namun banyak sekali CO2 yang dihasilkan oleh mobil berbaterai tersebut.

Sebuah studi yang dihelat oleh IVL Swedish Inveronmental Research Institute menyebutkan bahwa produksi baterai mobil listrik melepaskan karbon dioksida dalam jumlah besar.

Ambil contoh mobil Tesla Model S yang memiliki baterai 100 kilowatt jam. Tiap produksi sebuah baterai per kilowatt jamnya, menghasilkan 150 hingga 200 kilogram karbon dioksida. Jadi, satu buah mobil Tesla Model S sudah memproduksi 15 hingga 20 ton karbon dioksida bahkan sebelum dibeli.

Meski demikian, baterai Lithium-ion yang dipakai di mobil listrik ini, memiliki lebih banyak manfaat. Mulai dari kepadatan energi yang lebih tinggi, rentang hidup yang lebih lamam serta kepadatan daya yang lebih tinggi. Jadi, bahkan frekuensi kita mengecas mobil listrik akan jauh lebih sedikit ketimbang kita mengisi bensin biasanya.

Tertarik mobil listrik?

Benda misterius dalam Piramida, berpotensi ungkap canggihnya Mesir kuno

Sebuah partikel subatomik dalam Piramida Besar Giza di Meski, sedikit mengungkap misteri di rongga kosong dalam salah satu keajaiban dunia tersebut. Hal ini berupa strktur internal baru yang berusia hampir dua abad.

Permasalahannya adalah, para ilmuwan tak tahu persis apa itu, dan mengapa itu ada di sana. Namun Temuan tersebut berpotensi untuk memecahkan misteri bagaimana sebuah peradaban kuno membangun monumen ini pada 4.500 tahun lalu. Hal ini juga membuktikan betapa canggihnya peradaban Mesir kuno.

Piramida yang ada di Giza ini memang sudah jadi monumen yang sangat jelas. Namun bahkan setelah ribuan tahun, interior gelap mereka masih misterius. Sekarang, dengan menggunakan teknik yang mirip dengan sinar-X, para periset telah menemukan rongga kosong di dalam piramida terbesar di kompleks tersebut, yakni Piramida Agung yang dibangun untuk Firaun Khufu.

Penemuan ini didapat oleh para ilmuwan yang menjalani proyek ScanPyramids, upaya internasional yang untuk memindai struktur batu kuno ini tanpa mengebor lubang Piramida.

Ruang misterius ini disebut “Big Void”, ruangan ini membentang sejauh 30 meter, terletak tepat di atas koridor internal yang disebut Galeri Agung. Koridor ini adalah salah satu dari banyak lorong yang mengubungkan dua ruangan besar dalam Piramida.

Tim ilmuwan menemukannya dengan melacak partikel yang disebut ‘muon.’ Muon diproduksi saat sinar kosmik yang menemus alam semesta kita dan mampu menembus atmosfer. Sehingga dengan menganalisis berapa banyak muon yang melakukan perjalanan melalui benda besar seperti Piramida, para ilmuwan dapat mendeteksi celan dan ruang internal tersebut. Hal ini mirip dengan cara sinar-X dipergunakan untuk rontgen.

Apakah misteri ini bisa dipecahkan?

Layar Samsung Galaxy S9 akan ‘memuaskan’ pengguna

Rumor mengenai Samsung Galaxy S9 kembali mencuat baru-baru ini. Namun kali ini rumor justru datang dari SamMobile yang dari presentase kebenarannya cukup bisa diperhitungkan.

Berdasarkan lansiran SamMobile (24/11), layar dari Samsung Galaxy S9 nantinya akan rasio yang lebih panjang dari model sebelumnya. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa rasio screen-to-body pada Galaxy S9 bisa mencapai 80-90 persen.

Jika Anda kurang memahami ini, kami akan membantu. Pada perangkat Galaxy S8, persentase tampilan bagian depan adalah 84 persen sedangkan sisanya adalah body. Itu sebenarnya cukup lebar, mengingat kebanyakan smartphone ‘all-screen’ lainnya berkisar antara 78 sampai 82 persen.

Nah, Samsung sepertinya akan lebih memanjakan pengguna Galaxy S9 dengan menghadirkan perangkat terbaru dengan rasio layar mencapai 80 hingga 90 persen. Bisa Anda bayangkan itu?

Upaya Samsung untuk melakukan ini adalah dengan memangkas bezel bawah Galaxy S9 ke bentuk yang nyaris habis. Sedangkan bezel atasnya akan lebih sempit juga tentunya jika dibanding Galaxy S8.

Penasaran seperti apa? Kita tunggu saja Januari 2018!

Polusi cahaya makin parah terkena lampu hemat energi

Dalam usaha untuk membawa Bumi jadi tempat yang lebih baik, diciptakanlah berbagai perangkat hemat energi. Salah satu yang paling umum digunakan adalah lampu LED yang lebih hemat dari lampu konvensional.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Science Advances, menunjukkan bahwa polusi cahaya global telah meningkat sekitar 2 persen per tahunnya dari tahun 2012 hingga 2016. Hal ini disebabkan oleh pergantian kita ke lampu hemat energi yang lebih terang.

Studi ini penting untuk ada karena polusi cahaya berpengaruh besar atas kesehatan satwa liar.

Bahkan studi tersebut juga menyebut bahwa adanya konsep hemat energi tersebut justru membuat jumlah lampu LED yang dipasang di sebuah kota jadi jauh lebih banyak, dan mengingkari kehematan energi yang ditawarkan lampu tersebut dari awal.

Studi ini menggunakan instrumen yang ada di satelit Suomi NPP untuk memonitor cahaya lampu dari atas.

Berbagai efek samping polusi cahaya adalah seperti yang disebut oleh sebuah jurnal di Nature, bahwa serangga nokturnal juga melakukan penyerbukan. Selain itu, penyebaran benih oleh kelelawar yang merupakan binatang malam juga terganggu.

Polusi cahaya ini juga buruh bagi manusia. Pasalnya cahaya lampu di malam hari, terlebih lagi di langit, dapat mengganggu produksi melatonin dan ritme sirkadian yang berhubungan dengan jam tidur biologis.

Sebuah atlas yang dirilis 2016 lalu juga memperlihatkan bahwa sepertiga orang di Bumi tak bisa melihat awan Bima Sakti di malam hari karena polusi cahaya.

Singapura adalah negara yang paling parah. Karena negara kota tersebut sangat terang, mata masyarakatnya tak bisa beradaptasi untuk penglihatan malam.

Banyak data pribadi pengguna dan mitranya Uber kena retas

Perusahaan aplikasi transportasi, Uber, mengakui 57 juta data pengguna dan mitranya diretas hacker. Kejadian tersebut terjadi di tahun 2016. Setahun kemudian, Uber baru mengakuinya. Pengakuannya itu tertulis di dalam blog-nya.

Hacker mencuri data pribadi termasuk nama, alamat email dan nomor telepon, serta nama dan nomor lisensi pengemudi sebanyak 600.000 pengemudi di Amerika Serikat. Perusahaan mengatakan informasi yang lebih sensitif, seperti data lokasi, nomor kartu kredit, nomor rekening bank, nomor jaminan sosial, dan tanggal lahir, belum dikonfirmasikan.

Dilaporan The Guardian pada Rabu (22/11), tak tanggung-tanggung peretas juga meminta duit senilai USD 100.000 atau Rp 1,3 miliar bila data pelanggan dan para mitra Uber tetap aman. Tak ingin membuat gaduh publik, Uber pun akhirnya membayarnya.

Dalam pernyataan, CEO Uber, Dara Khosrowshahi menyampaikan, pembayaran yang dilakukan pihaknya kepada hacker, telah mendapatkan jaminan bahwa data tersebut telah dihancurkan.

“Tak satu pun dari ini seharusnya terjadi, dan saya tidak akan membuat alasan untuk tidak mengatakan hal itu. Saya tidak dapat menghapus masa lalu, namun saya dapat berkomitmen atas nama Uber bahwa kami akan belajar dari kesalahan,” kata dia.

Cara Uber menyimpan rapat-rapat ‘borok’ ini juga seperti cara yang pernah dilakukannya pada Mei 2014 silam. Kala itu, kejadiannya sama. Uber diretas. Peretasan ini menyebabkan 50 ribu informasi baik pengguna maupun mitranya ‘diculik’. Tak ingin publik tahu lebih dulu, mereka menyimpan rahasia itu dalam-dalam. Hingga akhirnya selama 8 bulan pasca kejadian, hal itu dibuka ke publik.

Aplikasi transportasi bakal jadi sasaran empuk peretas

Ahli malware dari Kaspersky Lab turut berkomentar terkait pencurian data pelanggan dan mitra pengemudi Uber.

Menurut Vyacheslav Zakorzhevsky selaku Head of Anti-Malware Research Team mengatakan insiden serangan siber terbaru terhadap Uber menjadi bukti lain bahwa saat ini para penjahat siber memfokuskan usaha penyerangan lebih kepada perusahaan besar ataupun perusahaan yang bisa memberikan banyak keuntungan bagi mereka.

“Dan nampaknya akhir-akhir ini tren ini terus meningkat,” ujarnya dalam pernyataan resminya, Jumat (24/11).

Lebih lanjut ia menuturkan, bila insiden pelanggaran data seperti ini terjadi, maka penting untuk diingat agar jangan pernah meremehkan konsekuensi yang ditimbulkannya.

Terlebih, konsekuensi yang terkait dengan informasi pribadi yang bisa jatuh ke tangan penyusup.

“Karena data yang diakses oleh penyusup kelak dapat digunakan untuk serangan lebih lanjut terhadap pengguna, dengan menyebarkan malware atau jenis spionase siber. Sebagai contoh, penyerang bisa menjual database curian yang berisi informasi pribadi di pasar gelap, di mana terdapat permintaan yang tinggi akan hal ini,” terang dia.

Di tahun ini, pihaknya melihat adanya peningkatan aktivitas kejahatan siber yang menargetkan aplikasi transportasi atau mobile ride-sharing. Kata dia, layanan ini akan menjadi target yang menarik. Sebab, kredensial dan data sensitif lengkap dimilikinya.

“Karena itu kami sangat menyarankan agar para pengguna memperhatikan pesan masuk yang dikirim melalui e-mail atau SMS, jangan klik tautan yang mencurigakan, dan hindari pemasangan aplikasi dari sumber yang tidak dikenal. Kaspersky Lab juga menyarankan penggunaan solusi keamanan yang andal,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Uber belum lama ini mengakui 57 juta data pengguna dan mitranya diretas hacker. Kejadian tersebut terjadi di tahun 2016. Setahun kemudian, Uber baru mengakuinya. Pengakuannya itu tertulis di dalam blog-nya.

Hacker mencuri data pribadi termasuk nama, alamat email dan nomor telepon, serta nama dan nomor lisensi pengemudi sebanyak 600.000 pengemudi di Amerika Serikat.

Perusahaan mengatakan informasi yang lebih sensitif, seperti data lokasi, nomor kartu kredit, nomor rekening bank, nomor jaminan sosial, dan tanggal lahir, belum dikonfirmasikan.

Dilaporan The Guardian pada Rabu (22/11), tak tanggung-tanggung peretas juga meminta duit senilai USD 100.000 atau Rp 1,3 miliar bila data pelanggan dan para mitra Uber tetap aman. Tak ingin membuat gaduh publik, Uber pun akhirnya membayarnya.

Jerman larang penggunaan smartwatch untuk anak dibawah umur

Smartwatch adalah gadget canggih yang mengubah fungsi arloji jadi berbagai kemampuan lain yang kita butuhkan. Namun nampaknya smartwatch tak cocok untuk anak-anak, setidaknya di Jerman.

Berdasarkan laporan media bernama Bleeping Computer yang dikutip Gizmodo, badan telekomunikasi Jerman, Bundesnetzagentur, telah melarang smartwatch untuk anak kecil. Bahkan dalam larangannya, secara speiik disebut bahwa orang tua diminta untuk menghancurkan aksesoris canggih tersebut.

Pemerintah Jerman menganggap smartwatch mengganggu proses belajar di sekolah. Pemerintah Jerman melalui larangan tersebut juga memberi arahan untuk pihak sekolah agar lebih memperhatikan anak-anak dengan lebih dekat.

Para pakar menduga hal ini dipicu dari laporan bahwa smartwatch mudah diretas, dan bukan soal gangguan belajar.

Karena sebelumnya, melansir The Verge, organisasi konsumen Eropa, BEUC, menyebut bahwa smartwatch juga membuka risiko ancaman terhadap keamanan anak-anak. Pasalnya pelacakan GPS dari smartwatch sangat mudah diretas dan anak-anak akan lebih mudah dibuntuti dan jadi objek kriminal dengan memanipulasi lokasi real-time sang anak.

Para pakar telekomunikasi berpendapat bahwa regulasi di Jerman ini hanya awalan. Nantinya seluruh Eropa bisa jadi akan menindak keras smartwatch untuk anak. Para produsen seperti Apple, Samsung, Fossil dan lainnya, mau tak mau ditekan untuk memperbaiki protokol keamanan mereka agar lebih aman untuk semua orang, termasuk anak.

Samsung Galaxy S9 punya sistem keamanan lebih baik dari iPhone X?

Sebuah kabar terbaru mengenai perangkat mobile Samsung telah terungkap. Yang mana hal ini mengarah pada generasi Galaxy S Series yang nantinya bakal memiliki sistem keamanan pemindai iris dan teknologi wajah yang jauh lebih cepat dan akurat dengan bantuan perbaikan perangkat lunak.

Galaxy S9 dikabarkan akan siap menerima pembaruan tersebut, seperti yang dikutip dari ET News (20/11).

Salah seorang pengamat industri mencium kemungkinan adanya add-on baru melalui aplikasi software untuk meningkatkan kedua sistem tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, Samsung telah menyematkan sensor pemindai iris dan teknologi pengenalan wajah di handset S Series dan Note Series selain pemindai sidik jari.

Teknologi pengenalan wajah sebenarnya telah ada dan tersedia untuk perangkat Android sejak tahun 2011, saat kali pertama diluncurkan OS Ice Cream Sandwich dengan nama ‘Face Unlock’. Akan tetapi saat itu fitur tersebut dikecam karena tidak dapat diandalkan dan sangat rentan pada kesalahan. Lambat laun Samsung sukses menghidupkannya kembali dengan flagship terbarunya dengan memperkenalkan kamera selfie superior sehingga membuat proses otentifikasi lebih cepat.

Di perangkat Galaxy S8, sistem keamanan pengenalan wajah itu sudah cukup mudah. Namun Samsung memiliki pesaing kuat, yakni Apple dengan iPhone X yang juga memiliki teknologi pengenalan wajah. Milik iPhone X bersensor 3D sehingga lebih memudahkan para penggunanya.

Akan sangat menarik jika nanti Galaxy S9 memiliki pemindai iris dan teknologi pengenalan wajah yang jauh lebih bagus dari Apple iPhone X. Seberapa hebatkah itu? Kita tunggu saja tanggal mainnya!

Pemilik anjing bisa hidup lebih lama

Jika Anda pecinta Anjing dan mempunyai peliharaan anjing sebagai bagian dari keluarga Anda, Anda memiliki kemungkinan untuk hidup lebih lama.

Melansir The Verge, para periset di Swedia melakukan penelitian dengan sampel lebih dari 3,4 juta orang Swedia yang tak memiliki riwayat jantung, selama 12 tahun berturut. Sebagian dari mereka memiliki anjing dan sisanya tidak.

Dengan melihat berapa orang yang meninggal dalam rentang waktu 12 tahun tersebut, dan menyesuaikan faktor-faktor yang relevan seperti usia dan jenis kelamin, para ilmuwan akhirnya mampu menghitung risiko kematian. Dari kesimpulan tersebut, pemilik anjing memiliki risiko kematian 20 persen lebih rendah ketimbang orang yang tidak memiliki anjing.

Prosentase ini akan jadi lebih tinggi untuk para pemilik anjing yang tinggal sendiri: yakni 33 persen risiko kematian lebih rendah. Selain itu, mereka juga 8 persen lebih rendah terkena risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan gagal jantung.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa hidup dengan hewan peliharaan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Mulai dari seseorang akan cenderung lebih aktif secara fisik jika mereka memiliki anjing, serta tekanan darah yang lebih rendah.

Penyakit kardiovaskular sendiri adalah pembunuh nomor satu di negara-negara seperti AS.

Alasan pasti di balik kepemilikan anjing yang dapat memperpanjang umur, sebenarnya belum jelas, apakah lebih aktif secara fisik ataukah stress yang berkurang.