Korban kecelakaan maut By Pass Padang telah dimakamkan

Korban kecelakaan maut di Jalan Bypass KM 9 Simpang Empat Kampung Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (2/12/2017) Siang, sekitar pukul 15.00 WIB bernama Fifi Rahmi Zulkifli (28) seorang Dosen di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Air Pacah Padang.

Saat kejadian, Fifi Rahmi Zulkifli yang biasa dipanggil Fifi itu berboncengan dengan adiknya Mutia Syafitri Zulkifli (23). Mereka itu tinggal di Kompleks Perumahan Mawar Putih, Jalan Durian Tigo, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Menurut salah seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya, dia melihat dua orang wanita diduga menerobos lampu merah untuk menyeberang, “Sepertinya dia menerobos lampu merah, saya juga sempat marah-marah pada pengendara lain yang juga menerobos lampu merah pas kejadian ini,” katanya.

Adapaun kronologisnya menurut Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Asril Prasetya, Korban yang membawa sepeda motor Matic BA 2612 QS ini bersama adiknya menyeberang, namun datang mobil truk BA 8236 BU dari arah jembatan Kuranji dan terjadilah tabrakan.

“Saksi mengatakan, korban datang dari arah Taratak Paneh ByPass, lalu berbelok ke arah Kalawi, tiba-tiba datang sebuah truk dan menabrak motor korban,” kata Kompol Asril.

Menurut Kompol Asril Prasetya, petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP, setelah mengetahui identitas korban, petugas lalu menghubungi keluarga korban.

“Setelah kita ketahui identitas korban, barulah kita menghubungi keluarganya,” kata Asril.

Sekarang kata Kompol Asril, seluruh barang bukti sudah berada di Unit Laka Lantas Polresta Padang yaitu berupa satu buah sepeda motor dan truk dengan pengemudi Maisyafril (35) warga Nagari Batu Bulek kec Lintau Buo Utara Kab. Tanah Datar.

“Kita sudah mengamankan sopir dan semua barang bukti lainnya, untuk penyelidikan lebih lanjut dan menurut informasinya dimakamkan besok pagi, Minggu (3/12) di Pesisir Selatan,” sebut Asril.

Akibat mobil terbakar, SPBU Nyaris Jadi Abu

Suasana yang sebelumnya tenang dikejutkan oleh sebuah peristiwa kebakaran, dan membuat warga sekitar kejadian berhamburan keluar rumah yang ada disekitaran SPBU Tanjung Kaliang kenagarian Sungai Kamuyang Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota.

Diduga akibat adanya percikan api dari dalam mobil korban pada minggu (3/12) pagi saat pukul 08:45 wib. sehingga korban yang juga tengah membawa drum berisi BBM yang Baru saja diisinya di Tempat pengisian bahan bakar tersebut membuat api langsung membesar dan membakar habis mobil yang masih berada dikawasan SPBU itu.

Kejadian yang menimpa seorang pria tua bernama Erman Jonna (60) tersebut bahkan ikut disambar oleh api yang langsung mengganas di mobilnya itu, akibat kobaran api yang menjilati tubuhnya, Erman Jonna yang diketahui merupakan warga Sikabu Kabu Kabupaten Limapuluh Kota tersebut langsung dilarikan Ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) dr. Adnaan WD kota Payakumbuh.

Menurut salah seorang Anggota Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh Afrizal Chan kepada Redaksi Sumbar mengatakan kebakaran tersebut diduga akibat adanya percikan api dari dalam mobil korban yang saat itu baru saja mengisi Bahan Bakar dengan Drum yang ada didalam mobilnya, sehingga api diketahui langsung membesar dan membakar mobil korban yang juga didepan SPBU tersebut.

“Diduga akibat adanya percikan. Api dari mobil tersebut, sehingga korban yang juga tengah membawa drum bahan bakar yang saat itu. Juga baru saja diisinya di SPBU tersebut sehingga api langsung membesar, bahkan mobil yang terbakar tersebut juga masih berada didepan area SPBU Tanjung Kaliang Sungai Kamuyang, sehingga satu unit Mobil Damkar dari Kota Patakumbuh dan Satu dari Kabupaten Limapuluh Kota langsung diturunkan kelokasi, pasalnya hampir saja juga ikut membakar SPBU tersebut,” terang Afrizal Chan.

Afrizal chan juga menambahkan “Korban yang saat itu masih berada didalam mobilnya juga ikut disambar oleh api yang tengah membara itu, dan korban yang langsung dievakuasi langsung dilarikan ke IGD RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh dan mengalami Luka Bakar (30%) Tiga Puluh Persen,” pungkasnya.

DPO selama 2 tahun, Ade Boneng akhirnya tertangkap

Buronan selama 2 tahun, Ade Boneng, akhirnya diciduk tim Opsnal Res Narkoba Polresta Padang dikediaman orang tuanya di RT 03 RW 04 Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (1/12).

Tersangka diduga sebagai pengedar Narkoba jenis Sabu-sabu untuk wilayah Kota Padang dan sekitarnya.

Dari pengawasan tersangka, 2 paket besar narkotika diduga sabu-sabu serta timbangan digital yang diduga sebagai alat penimbang sabu-sabu berhasil diamankan.

Kasat Res Narkoba Kompol H. Abriadi saat dihubungi via Handphone seluler mengatakan tersangka merupaka Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pengedaran narkoba di Kota Padang.

“Sekarang tersangka sudah diamankan, setelah tersangka berhasil kita jebak dengan menghubungi dan mengajak tersangka untuk bertransaksi. Tersangka yang tidak tau bertransaksi dengan anggota Polisi yang menyamar pun menyanggupi,” katanya usai penangkapan.

Anggota Opsnal yang sudah mengintai langsung membekuk tersangka dan menggeldah kediaman tersangka.

Saat ini tersangka berikut barang bukti diamankan ke mako Polresta Padang guna penyelidikan dan pengembangan.

Tabrakan Maut dijalan By Pass Padang, satu orang tewas

Kecelakan antara Sepeda Motor BA 2612 QS dan Mobil Truck BA 8236 BU terjadi di Simpang 4 By Pass Durian Tarung, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (2/12) sekitar pukul 15.00 Wib. Akibatnya, pengendera sepeda motor meninggal dunia.

Diketahui korban yang meninggal bernama Fifi Rahmi zulkifli (28) karyawan Rumah Sakit Gigi Mulut Baiturahmah Air Pacah, Padang.

Berdasarkan informasi sementara, korban meninggal di tempat dan saat ini Jenazahnya sudah berada di RSUP M.Djamil Padang dibawa menggunakan mobil Unit Laka Lantas Polresta Padang.

Menurut keterangan warga sekitar, korban berdua dengan adiknya, korban dibawa ke RSUP M. Djamil sementara adiknya Patah kaki dan dibawa ke RS Siti Rahmah Padang.

Sementara itu, menurut personil polsek Kuranji, Ipda Winarto kecelakaan ini masih dalam penyelidikan dan anggota diturunkan untuk mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas.

Ruas jalan Simpang Empat, Pasbar makan korban, seorang tewas ditempat

Mobil Truck BA 8574 ? tabrakan dengan Sepeda Motor Beat warna biru, Sabtu (2/12) sekitar pukul 19.40 Wib di Batang Lingkin, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Atas peristiwa kecelakaan itu, dikabarkan pengendara sepeda motor meninggal dunia. Sementara pengemudi mobil lari untuk menyalamatkan diri dari dugaan adanya amukan massa.

Informasi dilapangan, korban belum diketahui berasal dari mana dan begitu juga siapa pemilik mobil belum diketahui.

Menurut salah seorang warga yang lewat, Putra (24) korban selaku pengendara sepeda motor masih terletak di aspal dekat mobil terck tersebut. “Warga ramai melihat, sehingga mengalami kemacetan dijalan raya itu,” katanya.

Saat dikonfirmasi Kanit Laka Ipda Nofrizal, melalui telepon genggamnya membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Anggota sekarang sedang berada dilapangan,” katanya.

Premium SPBU Bascamp Kinali, Pasbar sering kosong, ini penyebabnya?

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium (Bensin) di SPBU Bascamp, Kinali, Pasaman Barat sering habis disiang hari. Diduga, BBM jenis Premium itu dijual habis pada dini hari sampai menjelang subuh kepada pembeli memakai jerigen.

Pantauan KabaSumbar.com, Jumat (1/12) sekitar pukul 02.15 Wib saat melakukan pengisian BBM kendraan, tampak ratusan jerigen berbaris dan ada mobil pick up juga diduga sedang melakukan pengisian jerigen diatasnya di dekat pompa pengisian dalam kondisi lampu mati.

Sesuai dilapangan, jerigen itu baru nampak disaat kita dekat pompa pengisian. Karena, lampu penerangan dilokasi pompa itu kondisi mati. Ini diduga, untuk menghindari dari pantauan orang yang lewat.

Menurut salah seorang pengendara, Izal (24) dilokasi SPBU tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, pengisian BBM jenis Premium kepada jerigen itu memang dilakukan pada malam hari. Mengapa itu dilakukan pada malam hari kita tidak tau.

“Setiap ingin melakukan pengisian BBM di SPBU ini pada dini hari, selalu melihat tumpukan jerigen sangat banyak. Tapi, jerigen itu selalu menumpuk di dekat pompa BBM jenis Premium, tidak ada di dekat pompa BBM jenis Pertalite dan Pertamak,” jelasnya.

Sedihnya kata Izal, pada siang hari kita ingin mengisi BBM jenis Premium kendaraan itu tidak akan ada. “Kita selalu kecewa apabila ingin mengisi BBM premium di SPBU ini pada siang hari. Karena, selalu habis,” ucapnya.

Kita meminta kepada pihak Pertamina, agar menegur pemilik SPBU tersebut. Karena, sudah merugikan masyarakat pengguna kendraan.

“Pertamina harus tegas, kalau perlu segel atau tutup SPBU tersebut. Karena diduga sudah melanggar aturan,” tegasnya.

Masih dilapangan, dicoba konfirmasi kepada salah seorang yang sedang mengatur pengisian jerigen, diduga itu pengawasnya yang tidak mau menyebutkan namanya membenarkan kalau sedang melakukan pengisian BBM jenis Premium kepada jerigen.

“Iya, kita sedang melakukan pengisian BBM jenis Premium ke jerigen,” kata yang berbadan agak gendut tersebut.

BNNP razia, sebanyak 6 penggunjung hiburan Malam terjaring di Kota Padang

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menjaring 6 pengunjung tempat hiburan malam di Kota Padang, Jumat (01/12/2017) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari.

Dalam operasi itu, sebanyak 164 pengunjung tempat hiburan malam dilakukan tes urin di beberapa cafe, Karoke serta tempat hiburan malam yang ada di Kota Padang Sumatera Barat.

Razia tersebut dilaksanakan untuk mencegah peredaran serta pemakaian Narkoba di tempat hiburan malam serta menjadikan Padang Bebas Dari Narkoba.

Dalam razia tersebut turut serta Dit Res Narkoba Polda Sumbar, Propam Polda Sumbar, Dit Sabhara Polda Sumbar, anjing pelacak serta BPOM yang memeriksa setiap pengunjung hiburan malam.

Tempat hiburan malam yang didatangi diantaranya All Star Pub And Karoke, Happy Pupy, Damarus Karaoke, Hot Station serta Tee Box Pub and Karoke yang ada di Kecamatan Padang Selatan tersebut.

6 orang dari 164 orang pengunjung yang melakukan tes urin tersebut dinyatakan Positif mengandung Ampetahamin sehingga harus di giring ke Mako BNNP guna penyelidikan dan pengembangan yang lebih lanjut.

AKBP Emrizal selaku Kabid Brantas Badan Narkotika Nasional Kota Padang mengatakan operasi tersebut kita beri nama Bersinar (bersih Narkoba) yang bertujuan untuk menekan angka peredaran narkoba serta membebaskan tempat hiburan malam dari narkoba.

“Kita mungkin ada mendengar, bahwa tempat hiburan malam diduga sering dijadikan tempat transaksi maupun memakai Narkoba,” tandasnya.

Dia menambahkan, dari 164 orang pengunjung yang kita lakukan tes urin tersebut, 6 orang positif dari hasil tes urin mengandung zat yang diduga sebagai bahan dari Narkoba Jenis Sabu sabu.

“Ke 6 pengunjung tersebut kita bawa ke Markas BNNP yang ada di Jalan Belanti, Padang Barat. Guna, melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Apabila mereka termasuk anggota jaringan peredaran Narkoba. Maka, kita akan limpahkan ke ranah hukum dan apabila pemakai maka akan kita rehablitasi,” pungkasnya.

Masyarakat korban banjir sungai Batang Batahan, Pasbar menjerit

Sungai Batang Batahan di Jorong Kampung Baru, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat hancurkan bronjong penahan tebing jalan dan robohkan tiang penyangga PLN, Selasa (28/11).

“Apabila pemerintah pusat tidak cepat tanggap atas kejadian ini, bisa saja jalan dan jembatan nasional lintas barat ini ambruk dihantam air Sungai Batang Batahan yang selalu besar mendadak,” kata Ketua Koordinator LSM PELINDAS Wilayah Kecamatan Ranah Batahan, Zulkisman, Rabu (29/11).

Menurut Zulkisman, setiap harinya diperkirakan tebing sungai itu terkikis lebih kurang 30 Cm. Terbukti, sejak kejadian banjir bandang belum lama ini sampai sekarang, tebing sungai akibat abrasi sudah jauh bertambah.

“Apakah ini dibiarkan pemerintah, kita gak tau. Tapi buktinya, sampai hari ini belum ada sentuhan sedikitpun, melainkan ambruknya bertambah,” tegas Zulkisman.

Disamping itu dikatakan Kepala BPBD Pasaman Barat, Tri Wahluyo, terkait persoalan banjir dan penahan tebing yang ambruk di Jorong Kampung Baru itu sudah diajukan ke pusat. Namun, kita heran kok belum juga dikerjakan.

“Pihak BWS II Sumut selaku pemilik anggaran untuk Sungai Batang Batahan itu sudah turun kelapangan. Cerita mereka, secepatnya kita bangun,” kata Tri Wahluyo.

Terpisah, Anggota DPR RI asal Pasaman Barat, Agus Susanto, saat dikonfirmasi terkait persoalan banjir dan hancurnya penahan tebing dan hancurnya rumah warga dibantaran sungai itu tidak pernah ada koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kepadanya.

“Pemkab Pasbar tidak pernah koordinasi dengan saya selaku putra asli Pasaman Barat yang sedang menjadi wakil rakyat di pusat. Mungkin, pemkab merasa mampu dengan jalan sendiri dalam menangani persoalan urgen seperti itu,” tegasnya.

Dikatakan Agus Susanto juga, Pasaman Barat ini memiliki tiga orang perwakilan di pusat, yaitu saya sendiri Agus Susanto (DPR RI), Emma Yohanna (DPD RI) dan Dedi Iskandar Batubara (DPD RI dapil Sumatera Utara asal Paraman Ampalu).

“Apabila koordinasi itu ada, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk pembangunan di Pasaman Barat ini,” lebih tegasnya.

Sejak tiga tahun, warga sungai pisang dihantui ancaman abrasi

Bibir pantai di Kelurahan Sungai Pisang kian tergerus dengan semakin ganasnya abrasi pantai sejak tiga tahun terakhir. Masyarakat kian cemas setelah garis pantai sudah mulai masuk ke tengah rumah. Alhasil, puluhan rumah yang berdiri, mengalami kerusakan rata-rata 25-50 persen. Bahkan ada beberapa rumah yang sudah ditinggalkan pemiliknya karena tak layak lagi untuk dihuni.

Pantauan KabaSumbar.com di Sungai Pisang, ombak laut sudah menghantam dinding belakang rumah penduduk. Bahkan sumur-sumur tidak bisa lagi digunakan karena sudah tertutup pasir. Beberapa penduduk, masih bertahan didalam rumah dengan membuat pemecah ombak sederhana dari pohon kelapa di belakang rumah. Namun, tetap saja, air menggenangi dan merusak rumah.

Rumah yang terbuat dari kayu, masih sedikit kokoh berdiri. Hanya reot dan papan-papan untuk dinding yang mulai terlepas dan lapuk karena setiap hari dihantam ombak. Berbeda dengan nasib rumah permanen yang rata-rata hancur dan hanya meninggalkan onggokan batu tembok dan pondasi.

Salah seorang pemuka masyarakat, Sasti Karman Dt Rajo Kamuyang menuturkan ancaman abrasi di Sungai Pisang sudah mulai dirasakan sejak tahun 2014 . Saat itu, sudah disuarakan kepada Camat Bungus Teluk Kabung dan sampai sekarang tidak ada respon.

“Tahun 2014 lalu masyarakat sudah pernah menyalurkan aspirasi ini ke pak Camat. Tapi hanya sekedar surat dan surat saja yang keluar. Aksi nyata untuk mengatasi abrasi ini belum juga terlihat sampai sekarang,” kata Sasti kepada KabaSumbar.com, Sabtu (25/11) saat dijumpai di Sungai Pisang.

Dikatakan Sasti, tahun 2014, masyarakat pernah mengukur jarak antara bibir pantai dengan sumur yang terdekat dengan pantai dan hasilnya berjarak 20 meter. Sekarang, sumur yang menjadi objek pengukuran sudah berada di laut. Kondisi ini sudah membuat masyarakat khawatir, apalagi saat terjadi hujan badai dan moment bulan purnama.

“Sejak tiga tahun belakangan inilah, ada sekitar 25 meter daratan kami habis karena abrasi. Contohnya saja, ada sumur yang sudah di laut. Padahal dulu saat diukur, sekitar 20 meter antara sumur dengan garis pantai. Ombak-ombak sudah membuat kenyamanan kami terganggu. Apalagi saat bulan Purnama dan Badai, biasanya kami mengungsi,” katanya.

Dijelaskannya, momentum laut pasang seperti bulan purnama dan pergantian bulan menjadi momok bagi masyarakat. Ombak bisa mencapai 2 meter dan mencapai pemukiman padat penduduk.

“Biasanya kalau purnama penuh dan pergantian bulan yang paling parah. Soalnya pasang laut bisa sampai tujuh hari. Bahkan Purnama penuh kami prediksi akan datang awal Desember besok,” katanya.

Ketua Badan Musyawarah Kelurahan Sungai Pisang, Hasan Leni menuturkan saat ini masyarakat sangat butuh bantuan sea wall atau batu grip untuk menangkal ancaman abrasi. Ditambah lagi, yang menjadi daerah terparah terkena abrasi adalah pintu masuk ke objek wisata pulau yang sedang populer di kota Padang.

“Ada sekitar 600 meter bibir pantai yang menjadi pintu bagi wisatawan untuk ke pulau-pulau wisata. Bibir pantai ini yang rusak karena abrasi. Kami warga Sungai Pisang sangat butuh Sea Wall atau Batu Grip pemecah ombak,” katanya Hasan.

Dari dari Bamus, saat ini rumah yang rusak akibat abrasi sudah mencapai 12 unit dengan kerusakan antara 25 hingga 100 persen. Dari 12 unit ini hanya empat rumah saja yang masih dihuni. Sedangkan yang lain sudah ditinggal pemiliknya karena kerusakan rumah sudah diatas 50 persen.

Melihat kondisi seperti ini, masyarakat berencana menyurati Gubernur Sumateta Barat agar berkenan membantu masyarakat Sungai Pisang dan Objek Wisata Unggulan Kota Padang.

“Kami sudah mengirim surat bantuan ke Walikota seminggu yang lalu. Dalam minggu depan kami kirim ke Gubernur. Semoga pemerintah cepat tanggap. Ini persoalan kenyamana hidup masyarakat banyak dan objem wisata. Jika diabaikan, akan ada 300 lebih rumah yang akan terdampak abrasi dan dipastikan 2.800 jiwa akan mengungsi,” katanya.

Angin kencang disertai pohon tumbang timpa rumah warga

Hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang pada Selasa (28/11) malam membuat beberapa rumah warga ditimpa pohon. Atap pun ikut beterbangan.

Seperti yang dialami oleh Ianani (58), seorang warga yang berada di Jalan Alai Parak Kopi, RT 04 RW 10, Kecamatan Padang Utara, Padang, Sumbar ini.

“Beruntung tidak ada yang menjadi korban, namun bagian depan atap rumah saya hancur ditimpa oleh pohon tersebut,” ucap Ianani kepada petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang di lokasi kejadian.

Tidak hanya di kawasan Alai, pohon tumbang juga tumbang di dekat kantor Lurah Alang Lawas, RT 10 RW 03, Kelurahan Alang Lawas, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumbar.

“Angin kencang juga menjadi salah satu penyebab rumah Epi, warga RT 01 RW 09 di kawasan Sungai Beremas, Kelurahan Gaung Teluk Nibung, dan Sungai Beremas (Gates) kehilangan seluruh atap tempat tinggalnya karena dibawa angin,” terang Kalaksa BPBD Kota Padang, Edi Hasymi.

Saat ini, sebut Edi petugas dari BPBD Kota Padang telah melakukan pemotongan terhadap pohon tumbang dan melakukan peninjauan ke lokasi atap rumah warga yang terbang.

“Hujan deras ini akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Masyarakat saya himbau untuk tetap selalu waspada,” ulasnya