Polda Sumbar berhasil amankan penambangan emas Ilegal Sawahlunto

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumbar mengamankan satu pelaku penambangan emas liar (ilegal minning) yang sudah lama meresahkan masyarakat di aliran Sungai Air Dingin Dusun Sawah Tambang, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Sawahlunto, Sumbar pada 23 November 2017 lalu.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat setempat yang masuk ke Dit Reskrimsus Polda Sumbar dimana masyarakat melaporkan aktifitas yang mencurigakan dan merugikan masyarakat setempat. Tambang yang dilakukan oleh pelaku bernama Eka tersebut tidak berizin,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, KBP Syamsi yang juga didampingi oleh Kasubdit IV Tippidter Dit Reskrimsus Polda Sumbar, AKBP Andri Kurniawan kepada sejumlah awak media di lantai satu Mapolda Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, nomor 55, Kecamatan Padang Barat, Padang, Sumbar, Selasa (28/11) pagi.

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu unit alat berat eskavator jenis Komatsu SK-200 warna hijau, satu unit mesin dompeng, paralon, slang, dulang, jerigen, dan karpet.

“Modus operandi yang digunakan oleh pelaku adalah dengan menggunakan alat berat dan mesin dompeng untuk mengeruk emas secara ilegal dan tanpa izin,” ulasnya.

Saat ini, sebut Syamsi, barang bukti yang digunakan pelaku untuk menjalankan aktifitas ilegalnya tersebut sudah diamankan di Polsek Muaro Kalaban.

Bakti Sosial inginkan penurunan kebutaan akibat katarak

Komando Resor Militer 032/Wirabraja gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat Sumatera Barat bertempat di Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Rekso Diwiryo Padang, Jum’at (24/11)

Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang digelar ini merupakan program kerjasama antara Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dengan TNI dalam rangka mewujudkan percepatan penurunan kebutaan akibat katarak di Indonesia khususnya Sumatera Barat.

Ratusan pasien yang yang berasal dari tiap-tiap Kodim Jajaran Korem 032/Wirabraja yang mendaftar, didampingi oleh masing-masing Babinsa untuk melaksanakan screening bergiliran di RS Dr. Rekso Diwiryo Padang, screening bagi penderita yang sudah terdaftar sebagai bagian dari penentuan kondisi pasien layak tidaknya untuk dioperasi.

Waka Rumkit Dr. Rekso Diwiryo Padang Mayor Ckm dr. Syahrial, Sp.B saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk Bakti Sosial TNI Operasi Gratis Katarak ini dilaksanakan diseluruh Indonesia, dan untuk di Sumbar ditunjuk Rumah Sakit Tentara Dr. Rekso Diwiryo Padang.

“Kami (RST Padang) beserta seluruh paramedic siap mendukung pelaksanaan Bakti Sosial TNI Operasi Gratis Katarak ini, termasuk sarana dan prasarana pendukung sudah kami siapkan.’ ungkapnya.

Menyikapi kegiatan tersebut Korem 032/Wbr sebagai salah satu tuan rumah pelaksanaan Bakti Sosial TNI operasi Gratis ini, Kepala Seksi Teritorial Kolonel Inf Asep Afandi dalam konfirmasinya menyatakan bahwa Korem 032/Wbr beserta jajarannya sangat mendukung sekali, Bahkan Babinsa kami sangat terlatih untuk merekrut pendeita bahkan melaksanakan screening awalpun sudah mendapat pembekalan sejak lama sehingga pelaksanaan kegiatan seperti ini sudah terbiasa dan berpengalaman menjadi relawan seperti itu. tegas nya.

Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis ini dialaksanakan dari tanggal 23-26 November 2017, sampai hari ini pasien yang telah di operasi sebanyak 320 orang.[

Demi tekan prostitusi kota Padang, ini yang dilakukan Satpol PP

Sebanyak 20 wanita yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial telah dikirim oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang dalam enam bulan terakhir ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi, di Sukarami, Kabupaten Solok, Sumbar.

Terbaru, dua orang diamankan pada Minggu (19/11) di kawasan Atom Center, Padang Barat, Kota Padang, Sumbar. Dua perempuan terakhir yang diamankan petugas tersebut berinisial ES (34) dan PH (25).

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Padang, Yadrison, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/11/2017) mengatakan bahwa wanita yang dikirim ke panti rehabilitasi telah dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

”Seperti yang sudah pernah saya katakan. Siapapun wanita malam yang kami amankan lebih dari tiga kali akan langsung dikirim ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi di Sukarami, Kabupaten Solok guna mendapatkan pembinaan. Tujuannya agar wanita wanita tersebut meninggalkan pekerjaan lama mereka dan beralih profesi sesuai dengan keterampilan selama mendapatkan pelatihan dan pembinaan disana,” katanya.

Ia mengklaim bahwa dalam melakukan tindakan penyakit masyarakat (pekat) tersebut, pihaknya tidak tebang pilih. Jika ditemukan pelanggaran, maka pihaknya akan langsung mengamankan para pelanggar.

Patroli pencegahan terhadap praktik prostitusi akan selau rutin dilakukan oleh Satpol PP Kota Padang setiap hari. Pantauan KabaSumbar.com di lapangan, sejumlah personel Satpol PP ditempatkan di lokasi yang disinyalir rawan tindakan prostitusi di Kota Padang.

Dirinya juga menyebut, tidak hanya sekedar mengamankan, memproses dan mengirim sejumlah wanita yang terlibat bisnis haram tersebut, pihaknya juga akan melakukan pengawasan selama para perempuan yang dikirim dari Satpol PP Kota Padang di Sukarami.

”Kami akan terus awasi, karena kami memiliki identitas terkait mereka tersebut. Jika suatu hari nanti kami temukan lagi orang tersebut terlibat dalam kegiatan terlarang tersebut, maka akan kami amankan dan proses lagi,” tegasnya.

Akibat ugal-ugalan di jalan, angkot lubay hantam Innova

Diduga akibat ugal-ugalan di jalan raya, satu unit angkutan kota (angkot) dengan nomor polisi (nopol) BA 1864 QU jurusan Pasar Raya – Lubuk Buaya menghantam satu unit mobil jenis Toyota Innova nopol BE 2358 BO di jalan Ir Juanda, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, tepatnya di depan Martabak Kubang Hayuda, Selasa (21/11) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, angkot Lubuk Buaya tersebut diketahui datang dari arah Pasar Raya menuju Lubuk Buaya dengan membawa lebih dari satu orang penumpang dengan kecepatan cukup tinggi.

“Karena hilang kendali, angkot tersebut menghantam mobil yang datang dari arah berlawanan. Sopirnya sudah dilarikan ke rumah sakit,” ucap salah seorang saksi mata, Ferdi (34) kepada KabaSumbar.com di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas menjadi macet total karena padatnya warga dan pengendara lain yang berhenti untuk menyaksikan kejadian tersebut. Sementara kondisi mobil angkot dan minibus yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Kanit Laka Lantas Sat Lantas Polresta Padang, AKP Muzhendri Muzahar mengatakan bahwa angkot sudah dibawa ke unit Laka Lantas yang berada di jalan KIS Mangunsarkoro, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar.

“Angkot sudah dibawa, sementara sopir harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di beberapa anggota tubuhnya,” ujarnya.

Truk Parfum terjun ke sungai, sopir nyaris tewas

Satu unit truk yang membawa pengharum ruangan terjun bebas ke dalam sungai sedalam 20 meter di kawasan Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar pada Senin (20/11) pagi sekitar pukul 06.05 WIB.

Akibat kejadian tersebut, truk jenis Hino dengan nomor polisi (nopol) B 9972 TYV yang dikemudikan oleh Leonardo Ampis Nainggolan (42), dan rekannya, Tota Tua Marbun (21), warga Tanah Merah RT 01 RW 01, Pasir Pengaraian, Riau ini nyaris tewas usai dirinya ikut ‘nyemplung’ ke sungai yang berada di kawasan Panorama 1 tersebut, keduanya pun dilarikan ke Semen Padang Hospital (SPH) untuk menjalani perawatan.

Salah seorang sopir truk pembawa parfum ruangan saat dirawat di rumah sakit usai ikut terjun ke dalam sungai sedalam 20 meter di kawasan Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan.

“Sempat oleng dan bukannya berbelok di dekat jembatan, truk ini malah menghantam jembatan. Truk dan dua orang yang ada di dalamnya terjun bebas ke sungai. Kami yang mengetahui kejadian ini langsung membawa mereka ke rumah sakit,” ujarnya.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polresta Padang, AKP Muzhendri Muzahar mengatakan bahwa sopir yang mengemudikan truk tersebut diduga mengantuk dan tidak kuat menahan laju truk.

“Truk ini datang dari arah Solok menuju Padang, namun karena hilang kendali dan mengantuk, kendaraan tersebut menghantam jembatan yang berada di sebelah kanan arah datangnya kendaraan,” terangnya.

Saat ini, tambah mantan Kanit III Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar tersebut, truk sudah diamankan dan masih menunggu kondisi dari kedua orang tersebut pulih untuk dimintai keterangannya.

“Kita tidak ingin ada penjarahan yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Truk sudah kami amankan dengan berkoordinasi sama Polsek Lubuk Kilangan. Kerugian kami taksir Rp300 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Humas SPH, Gella Khanila mengatakan bahwa kondisi kedua sopir berdarah Batak tersebut sudah mulai pulih dan bisa diajak bicara.

“Leonardo mengalami luka robek di ketiak sebelah kiri, memar di kaki kiri dan rekannya hanya mengalami luka robek di tangan sebelah kanannya,” terangnya.

Berprofesi jadi PSK di Padang, dua perempuan dikirim ke Sukarami

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengirim dua orang wanita yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), Senin (20/11) ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi, Sukarami, Kabupaten Solok, Sumbar.

Kedua wanita berinisial ES (34) dan PH (25) ini dikirim ke Sukarami karena diduga kuat menjajakan dirinya di kawasan Atom Center, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar pada Minggu (19/11).

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Padang, Yadrison mengatakan bahwa saat diamankan, kedua orang perempuan tersebut sempat kucing-kucingan dengan petugas penegak peraturan daerah (perda) dan berusaha kabur ketika diamankan.

“Kita akan terus memberantas salah satu penyakit masyarakat (pekat) ini dan mengawasi tempat yang diduga dijadikan tempat untuk berbuat maksiat. Terkait wanita yang ditertibkan tersebut, dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), mereka dikirim ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi, Sukarami, Solok untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

Tiga Kapolres Polda Sumbar mengalami mutasi

Tiga Kapolres di wilayah hukum (wilkum) Polda Sumbar mengalami mutasi. Perpindahan tugas tersebut terjadi sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri nomor : ST/2756/XI/2017 tanggal 16 November 2017.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Syamsi mengatakan mutasi di tubuh Polda Sumbar memang terjadi dan akan dilakukan serah terima jabatan (Sertijab) 14 hari pasca keluarnya surat edaran dari Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian tersebut.

“Benar ada pergantian terhadap tiga kapolres. Pergantian tersebut merupakan hal yang biasa di tubuh Polri untuk kepentingan organisasi dan sebagai bentuk penyegaran struktur pimpinan,” ucap Syamsi, Jumat (17/117).

Adapun tiga Kapolres yang mendapat ‘ombak’ mutasi tersebut diantaranya, Kapolres Solok, AKBP Reh Ngenana Depari yang telah menjabat selama dua tahun belakangan ini akan digantikan oleh AKBP Ferry Irawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah. Nana akan menempati posisi barunya sebagai Kabagwatpers Rosdm Polda Sumbar.

Sementara itu, dua pucuk pimpinan di Polres Mentawai dan Pasaman juga diganti. AKBP Hasanuddin yang sempat menggantikan AKBP Reko Indro Sasongko sebagai kapolres Mentawai, akan kembali menggantikan posisi Reno sebagai Kapolres Pasaman. Reko akan ditarik ke Polda Sumbar dengan jabatan barunya sebagai Kabagdalops Roops Polda Sumbar.

Posisi yang ditinggalkan oleh Hasanuddin akan diisi oleh AKBP Hendri Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda Sumbar.

Akibat arus pendek, perempuan hangus terbakar

Diduga akibat mengalami arus pendek, sebuah rumah di kawasan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat hangus terbakar pada Rabu (15/11) sore sekitar pukul 15.55 WIB.

Rumah yang diketahui milik Yulimarni (41), warga Kampung Jambak, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah ini diketahui ditinggal dalam keadaan kosong saat ‘si gulambai’ menghanguskan rumah miliknya. Pasalnya, perempuan paruh baya tersebut tidak berada di rumah,

“Saya mendapatkan informasi ini dari tetangga saya bahwa rumah saya terbakar. Akibatnya, sebagian besar harta saya terbakar dalam kebakaran tersebut,” ujarnya.

Untuk memadamkan api, sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Padang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Basril menyebut, sempitnya akses jalan menuju lokasi terbakarnya rumah Yulimarni menjadi kendala pihaknya dalam memadamkan api.

“Ditambah masyarakat ramai menyaksikan kejadian tersebut. Mobil sempat kesulitan untuk masuk dan keluar untuk mengisi ulang air tangki untuk memadamkan api,” ulasnya.

Akibat dari kebakaran itu hampir semua isi rumah dan warung ludes terbakar, diantaranya dua buah kulkas, satu mesin cuci, satu unit mesin parut kelapa, pakaian, kasur, dan uang tunai sebesar Rp1,8 juta 800 juta. Sementara benda berharga yang bisa diselamatkan hanya sepeda motor, sedangkan surat surat seperti SIM, STNK, BPKB, Ijazah anaknya dan surat surat lain hangus, termasuk emas.

Akibat terpeleset arus sungai, Mahasiswa UNP ditemukan tewas di Balai Gadang

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang ditemukan meninggal dunia usai mandi di kawasan Pincuran Tujuh, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (14/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban yang diketahui bernama Muhammad Rafi (19), mahasiswa semester 1, jurusan Geografi Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UNP, asal Jorong Solok Nagari Singgalang, Kota Padang Panjang ini tewas usai terpeleset dan kepalanya membentur batu yang membuat dirinya terseret arus sungai yang sangat deras.

Informasi yang berhasil dihimpun KabaSumbar.com, korban diketahui pergi berenang di sungai di kawasan Balai Gadang tersebut bersama dua orang rekannya, Andika (18) dan Dhia Ulhayat (20).

“Mendapat laporan ada pengunjung yang hilang, petugas kepolisian dan Basarnas Padang serta dibantu warga melakukan pencarian di lokasi pemandian. Saat korban ditemukan, ada luka robek di bagian telinga kiri korban dan sudah tidak bernyawa, kemungkinan korban terpeleset dan jatuh lalu terjepit di batu dan tidak bisa naik lagi ke atas karena terserat arus sungai yang sangat deras,” kata Kapolsek Koto Tangah, Kompol Arsyal, Selasa (14/11).

Saat ini, Rafi sudah dimakamkan di kampung halamannya di samping makan sang ayah di Jorong Solok Nagari Singgalang, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Akibat mengantuk, sopir truk hantam pembatas jalan di Bypass Padang

Diduga akibat mengantuk usai pulang mengambil pasir, seorang sopir yang membawa truk menghantam pembatas jalan di Kilometer 17, Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (13/11) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Sopir yang membawa truk dengan nomor polisi (nopol) BA 8526 BU, Ronal kepada KabaSumbar.com di lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan mengantuk usai membongkar pasir penimbun lanjutan jalan Bypass.

“Mobil dalam keadaan kosong karena baru saja membongkar timbunan di Bypass Kuranji. Saya lupa bahwa jalan masih ada sekat dan pembatas. Konsentrasi saya buyar karena dalam kondisi mengantuk,” ucapnya sembari menahan rasa sakit di bahu dan tangannya karena terkilir.

Akibat kejadian tersebut, jalanan sempat menjadi macet di pagi harinya karena masyarakat berbondong-bondong melihat truk yang terjungkal pada bagian depannya oleh pembatas jalan.

“Karena jalanan di Bypass masih dalam pengerjaan, untuk itu masyarakat harus berhati-hati. Masih ada 11 titik lagi yang dalam pengerjaan, tentu akan terjadi penyempitan badan jalan. Jika mengantuk, lebih baik istirahat dulu untuk mengembalikan konsentrasi,” kata Kapolsek Koto Tangah, Kompol Arsyal.

Mobil truk tersebut baru bisa dievakuasi dari lokasi kejadian setelah ditarik menggunakan mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Akibat tabrakan tersebut, dua pembatas jalan hancur ditabrak oleh truk yang dikemudikan Ronal.