Jasa Raharja datangi korban kecelakaan RSUD Jambak

Jasa Raharja Pasaman Barat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas langsung kerumah sakit yang dirujuk.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Jasa Raharja Pasaman Barat melalui PA Pelayanan, Shandi Elfindri kepada KabaSumbar.com, Rabu (8/11) mengatakan, Jasa Raharja sebagai pengemban amanah Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas, akan siaga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu upaya peningkatkan pelayanan Jasa Raharja dengan melakukan jemput bola seperti sekarang ini, yaitu melihat langsung korban kecelakaan atas nama Arka (11) oleh mobil L300 di Jorong Sariak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo tadi. Wag, Arka dibawa ke RSUD Jambak.

“Kita bersama mitra kerja terkait kepolisian langsung mendatangi TKP saat musibah kecelakaan dan langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak Kita langsung melakukan pengecekan,” katanya.

Langkah ini untuk memastikan rumah sakit bisa memberikan perawatan dan perawatan untuk korban kecelakaan. “Terhadap Arka ini, kita sudah bayar biaya perobatannya. Karena, sesuai dengan aturannya apakah Arka tertabrak jadi sudah masuk dalam tanggungan Jasa Raharja,” terangnya.

Mobil CPO hantam gerobak sate depan kantor pajak

Belum satu hari, dua kecelakaan terjadi di Pasaman Barat. Usai mobil ayam potong menabrak seorang peserta didik Sekolah Dasar (SD), kali ini giliran mobil tangki yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) menabrak gerobak sate di depan kantor pajak Simpang Empat, Nagari Lingkung Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar Rabu (8/11) sekitar pukul 16.25 WIB.

Pantauan di lapangan, akibat kejadian itu, satu unit gerobak sate hancur dan dagangannya berserakan ke jalan raya.

Menurut salah seorang pengendara di TKP, Romi (28) mengatakan truk tersebut datang dari arah Padang menuju Simpang Empat, Pasbar, tiba-tiba menabrak grobak sate tersebut.

“Syukurnya, kejadian itu tidak korban. Melainkan kerugian bagi pedagang sate itu sendiri meliputi gerobak dan dagangannya,” terangnya.

Setelah dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Pasbar AKP Anggara melalui Kanit Laka Lantas Ipda Nofrizal yang sedang melakukan olah TKP mobil ayam potong yang tabrak bocah SD juga mengaku dibuat sibuk dengan kejadian demi kejadian.

“Sekarang, anggota juga sedang berada di TKP untuk menindak lanjutinya. Untuk truk tersebut sudah kami amankan,” katanya

Pasaman Barat, harga cabai merah capai harga 60ribu

Harga cabai merah di pasar tradisional di Kabupaten Pasaman Barat merangkak naik. Hal itu disebabkan sering turun hujan sehingga cabai merah cepat membusuk.

Berdasarkan pantauan di Pasar Simpang Empat, Pasaman Barat, harga cabai merah saat ini sudah mencapai Rp 60 ribu per kg. Padahal, lima hari sebelumnya harga masih Rp 30 ribu per kg.

“Naiknya nggak kira-kira, tinggi sekali,’’ kata seorang pedagang di pasar tersebut, Yelsa, Senin (6/11) sore.

Ia menilai, naiknya harga cabai merah di pasaran, memang biasa terjadi saat masuk musim hujan. Karena, hujan yang sering turun menyebabkan tanaman cabai jadi cepat membusuk. Sehingga tidak bisa dijual.

“Kita sulit mendapatkan cabai merah dari para agen. Biasanya, kita dapat jatah 50 Kg perharinya, sekarang hanya 15 – 20 Kg saja perharinya,” katanya.

Disamping itu dikatakan salah seorang petani cabai di Kecamatan Koto Balingka, Merdi (38) mengatakan kebun cabenya mengalami kerugian akibat tingginya curah hujan diwilayah Pasaman Barat sekarang ini.

“Kita harus naikkan harga, agar tetap seimbang dengan pupuk dan nilai perawatan kebun cabai merah,” jelasnya.

Setelah dikonfirmasi Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Pasaman Barat melalui Kabid Perdagangan, Budi Aulia, mengatakan sedang melakukan koordinasi. Segera melakukan pengecekan ke Pasar-pasar terkait harga tersebut.

“Kita selalu melakukan monitoring ke bawah, untuk menjaga kestabilan harga setiap minggunya,” katanya singkat.

Polisi evakuasi mobil avanza maut di Pasbar

Pihak kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pasaman Barat melakukan evakuasi terhadap mobil Avanza BA 1554 LD yang mengalami kecelakaan maut di Jorong Sungai Paku, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat, Senin (6/11) sore.

Mobil Avanza yang terjun ke sungai dievakuasi dengan menggunakan mobil derek jenis Toyota Hardtop. Beberapa masyarakat setempat juga ikut menolong mobil yang menewaskan tiga orang tersebut.

“Iya benar, sekarang sedang mengusahakannya. Agar, mobil avanza itu bisa sampai ke darat,” kata Kanit Laka Lantas Polres Pasbar Ipda Nofrizal.

Disebutkannya, pihaknya tidak ingin berlama-lama membiarkan bangkai mobil tersebut hanyut dalam kali. “Semoga saja bisa cepat sampai kedarat. Apalagi, cuaca mulai kurang bersahabat,” sebutnya.

Pemkab Pasbar bakal surati instansi terkait tapal batas

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat siap membuat Pansus atau Panja terkait persoalan tapal batas Sumatera Barat dengan Sumatera Utara di Wilayah Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat.

“Kita akan koordinasi dengan Ketua DPRD Pasaman Barat, agar persoalan ini bisa dibahas khusus. Karena, menyangkut kesejahteraan masyarakat Nagari Persiapan Bahoras dan hak Raja Nan Batigo yaitu Raja Bandar, Raja Siligawen Kecil dan Raja Sitabu,” kata salah seorang anggota DPRD Pasbar dapil III wilayah tersebut, Adiatra, kepada KabaSumbar.com, Senin (6/11) melalui telepon genggamnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga harus menyurati instansi terkait baik di Provinsi Sumatera Barat maupun pusat. Agar, surat yang dilayangkan oleh tokoh masyarakat tersebut lebih cepat direspon. “Surat masyarakat ini harus digandeng dengan surat dari Pemkab Pasbar. Supaya, cepat ditanggapi,” pinta Adiatra yang ketua Komisi III itu.

Setelah koordinasi dengan Ketua DPRD Pasbar nantinya, segera kita akan lakukan koordinasi dengan DPRD Provinsi Sumatera Barat. Karena, persoalan ini terkait tapal batas provinsi. “Kita akan bersama-sama menyelesaikan persoalan tapal batas ini. Agar, Sumatera Barat tidak dirugikan,” lebih ditegaskan Adiatra.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pj Walinagari Persiapan BAHORAS Miswan Adil Sutan Sangkupo yang juga Pucuk Adat Bandar Raja Ibata mengatakan, pertemuan ini sangat penting. Karena, terkait masalah tapal batas antara Pasaman Barat, Sumbar dengan Privinsi Sumatera Utara.

Yang mana, diduga Provinsi Sumatera Utara sudah mencaplok atau pemindahan tapal batas yg berkisar lebih kurang 1000 Ha dari semula atau sejauh 12 Km dari kesepakatan/perjanjian adat dahulunya dengan Huta Na Godang di hulu Batang Batahan.

“Kita selain Pj Wali Nagari BAHORAS juga selaku Pucuk Adat Bandar Raja Ibata sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukan oleh BPN, terkait dengan penetapan tapal batas tanpa ada pemberitahuan kepada kami masyarakat di wilayah batas ini,” tegas Miswan.

Bahkan kata Miswan, Sutan Tamporang yang merupakan penjaga batas ulayat Bahoras sendiri, tidak tau adanya orang yang telah memasang patok tapal batas tersebut. Ini sungguh tidak bisa dibiarkan.

“Seharusnya, apapun yang akan dilakukan oleh BPN baik itu dari Sumbar maupun dari Sumut harus menginformasikannya kepada pemangku adat dan masyarakat sekitar. Jangan main patok saja,” tegas Miswan.

Sejak 400 tahun lalu, ulayat ini dikuasai oleh Raja Nan Batigo yaitu Raja Bandar, Raja Siligawen Kecil dan Raja Sitabu. Melalui penyerahan dari Lareh Kenaikan Dt Majolelo Kanaikan sebagai penguasa awal.

“Kita bersama tokoh masyarakat Kenagarian Rabi Jonggor akan menyurati Mentri Dalam Negeri (Mendagri), Ketua Komisi II DPR RI, Ketua DPD RI, Mentri Agraria dan Tata Ruang RI, Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Pasaman Barat terkait tapal batas ini,” tegas Miswan.

Terdekteksi HIV/AIDS, sebanyak lima warga Pasbar dilarikan ke M DJAMIL

Lima orang warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat diduga menderita penyakit HIV/AIDS.

Hal tersebut dipastikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pasbar, Haryunidra saat dihubungi KabaSumbar.com, Jumat (3/11).

“Benar, ada lima orang warga Pasbar yang terjangkit virus mematikan tersebut. Mereka semua sudah dirujuk ke RSUP Dr M Djamil untuk mendapatkan perawatan yang intensif,” ucapnya.

Virus HIV/AIDS disebutkan Haryunidra sudah mulai menyerang masyarakat di Pasaman Barat. Masyarakat dimintanya untuk selalu waspada agar tidak menjadi korban lanjutan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Ini baru terindikasi lima orang. Tentu jika tidak diantisipasi secara cepat tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah. Rata-rata, lima orang ini masih tergolong remaja,” ungkapnya.

Sambungnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat akan gencar melakukan sosialisasi dan himbauan mengenai bahaya akan HIV/AIDS di setiap Kecamatan yang ada di Pasbar.

“Ini penting kita lakukan agar para orang tua dan masyarakat tahu bahaya akan pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Penyebab utama virus mematikan ini adalah kedua hal tersebut,” tutupnya.

Satu unit rumah semi permanen dilalap sijago merah

Satu unit rumah semi permanen di Aia Angek, Jorong Kemakmuran, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat ludes dilalap sijago merah, Minggu (29/10) sekitar pukul 01.05 Wib dini hari.

Adapun pemilik rumah itu, Sehana (65) yang bekerja sehari-hari sebagai tani.

“Benar, satu unit rumah semi permanen terbakar dan habis dilalap sijago merah. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik,” kata Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasaman Barat, Edi Murdani.

Menurut hitungan sementara kata Edi Murdani, kerugian diperkirakan lebih kurang Rp. 75 Juta. “Syukurnya, kebakaran itu tidak memakan korban jiwa. Karena, pemilik rumah langsung diselamatkan oleh warga setempat,” kata Edi Murdani.

Tim Damkar Pos Kecamatan Talamau, langsung sigap saat mendapatkan informasi kebakaran. “Damkar diturunkan satu unit ke lokasi, alhamdulillah bisa dipadamkan. Api tidak melebar ke perumahan lainnya,” akhir Murdani.

Polres Pasbar bakal gelar operasi katarak secara gratis

Dalam rangka menjalin hubungan silaturrahmi dengan masyarakat dan kepedulian akan kesehatan, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat akan melaksanakan Operasi Katarak Gratis.

Pelaksanaan Operasi Katarak Gratis ini akan dilaksanakan setelah pendaftaran yang berakhir pada 4 November 2017 mendatang, sementara untuk pemeriksaan dilakukan pada 10 November 2017.

“In shaa Allah, operasinya akan dilaksanakan pada tanggal 11 November 2017 sehari setelah pemeriksaan kesehatan calon pasien,” kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso, S.Ik kepada KabaSumbar.com, Senin (23/10) melalui pesan singkat Whatsapp Messenger.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat yang memiliki saudara atau tetangga yang menderita penyakit katarak untuk segera mendaftar ke Bagian Sumda Polres Pasbar.

“Bagi yang berminat agar mengirimkan biodata ke Bagian Sumda Polres Pasbar. Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat,” himbau Iman.

Kedua kalinya, ular raksasa berhasil ditangkap warga nagari kajai

Pemuda Sungai Lampang, Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasbar tangkap seekor ular phyton raksasa di Sungai Lulu, diwilayah setempat.

“Ular phyton itu ditangkap dalam keadaan diam, yang panjangnya lebih kurang 6 meter. Ini, sangat besar dan menakutkan sekali dan ini sudah kedua kalinya,” kata Elwa Masri Warga setempat, Sabtu (21/10).

Sekarang, ular itu sudah di kandangkan dan sudah ada pemiliknya. Karena, ular itu sangat luar biasa besarnya. “Bagi yang ingin melihat, bisa datang ke Pasar Kajai, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasbar,” jelasnya.

BNI Bukittinggi jalin kerja sama dengan PDAM Pasaman

Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di daerah Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman dan sekitarnya, BNI menginisiasi kerja sama dengan badan – badan pemerintahan, salah satunya dengan PDAM Pasaman yang memiliki 15.929 pelanggan yang tersebar di seluruh Kabupaten Pasaman.

Kerja sama yang dilakukan ini, dalam bentuk pembayaran tagihan rekening PDAM melalui sarana Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI.

Perjanjian kerja sama antara PDAM Pasaman dengan BNI Cabang Bukittinggi dilaksanakan pada Kamis 19 Oktober 2017 di Lubuk Sikaping.

Penanda tanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Pemimpin Cabang BNI Bukittinggi Faizal Isnaeni yang didampingi Pemimpin BNI KCP Lubuk Sikaping, Yofial.

Sedangkan dari PDAM Pasaman dihadiri oleh Direktur PDAM Pasaman Musrawal Gusti yang didampingi Kepala Bagian Keuangan PDAM Pasaman, Ondaria. J, Bsc.

“Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan salah satu bentuk layanan BNI langsung kepada masyarakat. Masyarakat dapat melakukan transaksi pembayaran dari ATM BNI dimana saja,” ungkap Faizal Isnaeni.

Faizal Isnaeni juga mengatakan diharapkan kedepannya pembayaran tagihan ini dapat dilakukan melalui Agen 46 yang tersebar sampai ke pelosok daerah. Selain itu, Agen 46 juga bisa melayani transaksi perbankan lainnya, ujar Faizal Isnaeni.

Sementara itu, Direktur PDAM Pasaman, Musrawal Gusti juga menuturkan, dengan telah terjalinnya kerja sama, mulai saat ini masyarakat semakin mudah dalam membayar tagihan air. Kerjasama antara BNI Cabang Bukittinggi dengan PDAM Pasaman ini selalu kita jaga, untuk kedepannya kerja sama ini akan lebih ditingkatkan lagi dengan hal- hal yang berdampak positif, terutama yang berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat, harapnya.

Dikatakan juga oleh Musrawal Gusti, PDAM Pasaman saat ini memiliki 10 outlet yang tersebar di masing-masing kecamatan di wilayah Kabupaten Pasaman, sementara untuk pembayaran tagihan PDAM sudah bisa dibayarkan secara online melalui ATM BNI, terangnya.

“Kerja sama ini tentu saja disambut baik oleh PDAM Pasaman. Dengan dimulainya kerja sama ini, masyarakat Pasaman tentu akan semakin mudah untuk membayar tagihan PDAM,” lanjut Musrawal. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu antre lagi di loket, karena pembayaran tagihan PDAM cukup melalui ATM BNI masing- masing pelanggan, tandasnya.