Anies wacanakan trotoar Sudirman-Thamrin jadi walk of fame

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan trotoar sepanjang jalan Sudirman-Thamrin akan dijadikan tempat para atlet-atlet yang berprestasi beratraksi.

Terkait usulan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan. Nanti konsepnya seperti walk of fame, namun bagaimana desain dan konsepnya ia belum mau merinci lebih jelas.

Tapi satu yang pasti, nantinya walk of fame konsepnya nama-nama atlet yang berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia akan terpasang disepanjang trotoar terutama di Senayan.

“Akan diberikan tempat di situ akan diceritakan sejarahnya di situ, akan diberikan kesempatan dalam waktu-waktu tertentu berinteraksi dengan warga,” jelas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11).

Sebelumnya Sandiaga melontarkan usulan untuk trotoar yang berada di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin bisa dijadikan ruang para atlet nasional untuk beraktraksi. Hal ini untuk menunjang Asian Games tahun 2018.

“Usulannya juga atlet-atlet nasional yang berprestasi bisa diakomodir sebagai salah satu atraksi yang ditampilkan di trotoar-trotoar nanti di jalan Sudirman sama Thamrin,” kata Sandi, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/11).

Sandi juga saat itu mengutarakan keinginan gubernur untuk menjadikan trotoar sebagai tempat untuk pentas seni dan budaya.

“Itu keinginan pak gubernur dan ada saran-saran untuk bagaimana nusantara itu bisa hadir. Jadi mungkin itu menjadi ajang etalase, show case, dari budaya-budaya nasional,” ungkap Sandi.

Akibat proyek Tol Serpong-Cinere, aktivitas sekolah Tangsel jadi terganggu

Proyek pengerjaan jalan Tol Serpong-Cinere yang mengenai Jalan Sukamulya 1, Kelurahan Seruan Indah, Kota Tangerang Selatan, dikeluhkan ratusan pelajar yayasan pendidikan Ash Shidiqiyyah.

Penyebabnya, ratusan pelajar terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan suasana tidak nyaman di tengah pengerjaan proyek yang sedang berlangsung.

Proyek pengerjaan tol Serpong-Cinere, saat ini tengah melakukan perataan bangunan dan kontur tanah, menyebabkan debu aktivitas perataan bangunan dan tanah, serta bising dan getaran dari aktivitas fisik proyek mengganggu aktivitas KBM siswa.

Kepala Yayasan Ash Shidiqiyyah, Subhanallah, menjelaskan, pihaknya merasa terganggu dengan aktivitas proyek yang saat ini sedang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum Pusat itu.

Pasalnya, sekolah dari jenjang TK hingga SMP yang juga terkena proyek ini belum memindahkan seluruh siswanya ke gedung sekolah baru yang berada di Perumahan Bukit Indah, Blok B4 No 17 , Kelurahan Serua, Ciputat.

“Sekolah kami yang baru belum jadi, karena kami kekurangan dana pembangunan. Kami baru menerima pembayaran ganti rugi gedung, sementara tanah kami seluas 1.300 meter belum dibayarkan,” terang Subhanallah, Rabu (8/11).

Dirinya meminta, pihak kontraktor bisa memberikan solusi atas persoalan tersebut, “Karena tidak mungkin KBM berjalan dengan suasana bising, debu dari pembongkaran bangunan di sekitar juga mengancam kesehatan anak-anak. Belum lagi ada resiko lain yang ditimbulkan dari aktivitas fisik itu,” kata dia.

Saat ini, lanjut dia, dari 520 siswa yang ada, baru 170 siswa yang sudah dipindahkan ke gedung baru, sementara 350 siswa lainnya masih menjalani KBM di sekolah yang akan dijadikan jalan tol tersebut.

“Kami mohon pengertiannya, bagaimanapun pendidikan anak-anak harus tetap berjalan secara aman dan nyaman. Kami tidak mau nanti ini menimbulkan masalah bagi anak didik kami,” kata Subhanallah.

Kurangi pengguna kendaraan pribadi, Anies ajak warga jalan kaki

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin warganya jalan kaki menuju tempat kerja agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengoptimalkan trotoar. Cara tersebut kata dia juga akan membantu untuk mengurangi kemacetan di ibu kota.

“Kalau jarak yang dekat, makanya pembangunan trotoar didorong, supaya mobilitas tinggi dan terjangkau dengan jalan,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/11).

Tidak hanya itu, dia juga ingin warga Jakarta bisa tertarik untuk menggunakan moda transportasi umum. Sebab Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya mempercepat penyediaan transportasi umum. Harapannya sudah tidak ada kendala kala berpindah moda transportasi.

“Kita tuntaskan proyek-proyek yang menyangkut kendaraan umum, massal, dan kemudian dalam perjalanannya kita akan integrasi, seperti yang saya sering sampaikan, integrasi transportasi publik sehingga ada konektivitas,” ungkap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan ini mengungkapkan, dengan adanya konektivitas maka masyarakat tidak kesulitan dalam melakukan perjalanan. Dia mengatakan, kemudahan dalam menggunakan transportasi ini akan membuat warga ibu kota meninggalkan kendaraan pribadi mereka dan beralih.

“Kalau konektivitas tidak tinggi dan tidak terintegrasi, maka sering harus pindah ke kendaraan umum yg non massal. kalau kendaraan umum massal terintegrasi, misal dari angkut ke bus, baru bisa kemudian terus misalnya ke Transjakarta, MRT, tersambung kan di banyak tempat, maka leluasa orang,” tutup Anies.

Relawan Banten deklarasikan Muhaimin Iskandar maju jadi capres

Dukungan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin maju sebagai wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2019 terus mengalir.

Beberapa kiai, santri, pemuda, dan seniman yang tergabung dalam Jaringan Akar Rumput (Jangkar) Cak Imin Banten mendeklarasikan dukungan terhadap Cak Imin, di Serang, Banten, Senin (6/11).

Koordinator Jangkar Cak Imin Wilayah Banten, Indra Irawan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, mengatakan dukungan ini diberikan karena Cak Imin akrab dengan beberapa kiai di Banten dan sering mengadakan khataman di Banten, khususnya Serang.

“Selain itu Cak Imin secara akademis juga sudah doktor, sehingga layak memimpin kami yang masih muda,” kata Indra seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pihaknya mendukung dengan sepenuh hati dan siap menggerakkan jaringan akar rumput untuk Cak Imin di seluruh Nusantara.

Sementara itu Koordinator Nasional Jangkar Cak Imin, Jabidi Ritonga menyambut baik dukungan masyarakat Banten. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Jangkar Cak Imin Wilayah Banten atas inisiatif dan semangatnya yang sudah menggagas dan menyiapkan deklarasi.

“Ini adalah kerja cerdas dan ihklas yang didasari semangat bersama. Saat ini mesin kami sudah bergerak ke berbagai daerah, tinggal menunggu momentum yang pas untuk kami show up, tuturnya.

Dia meyakinkan bahwa pihaknya serius mendukung Cak Imin. Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Jangkar akan terus road show ke berbagai daerah di seluruh Nusantara untuk menggalang dukungan.

“Kami menganggap sosok seperti Cak Imin sangat dibutuhkan oleh bangsa ini ke depan, sehingga kami benar-benar akan memperjuangkan,” papar dia.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Nuruh Ihsan, Serang Banten, Ade Mahrus, menyatakan Cak Imin merupakan penerus Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Selain keponakan Gus Dur, Cak Imin adalah santri dan murid Gus Dur. Apa pun partainya Cak Imin, karena dia santri, maka kita harus mendukungnya,” kata Kiai Ade Mahrus seperti dilansir Antara.

Kiai Ade Mahrus dalam orasinya saat Deklarasi Jaringan Akar Rumput (Jangkar) Cak Imin Banten di Serang, Senin, menyebutkan, sudah saatnya keterwakilan santri sebagai pucuk pimpinan bangsa ini. “Jika dulu ada Gus Dur sebagai presiden dari latar belakang santri, saat ini ada Cak Imin yang berasal dari kalangan untuk didukung menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019,” katanya.

Dia menuturkan Banten adalah kota santri dan ulama, sehingga sangat wajar dan sebuah keharusan jika mendukung santri seperti Cak Imin maju pada Pilpres 2019.

“Jika enggak menjadi presiden, wapres juga enggak masalah, yang penting ada santri di pucuk pimpinan negeri ini, supaya ada yang memperhatikan santri,” tuturnya.

Dia menyebut bukti nyata kepedulian Cak Imin kepada santri adalah dilaksanakannya program-program Nusantara Mengaji dan lomba membaca kitab kuning. Jaringan Akar Rumput (Jangkar) Cak Imin wilayah Banten mendeklarasikan untuk mendukung Cak Imin dalam Pilpres 2019.

Menurut Koordinator Jangkar Cak Imin wilayah Banten, Indra Irawan, pihaknya secara sukarela memberikan dukungan kepada Cak Imin karena merasa satu visi dan satu pemikiran.

“Cak Imin ini santri, muda dan religius, saya merasa bahwa beliau perlu diperjuangkan untuk memperbaiki bangsa ini,” katanya.

Indra berpendapat Cak Imin ini menerapkan politik santun, politik untuk semua. Meskipun santri tapi tetap berpandangan nasionalis, tetap mampu mendekati kalangan non-Muslim.

“Langkah ini yang dilakukan oleh Gus Dur dan dilanjutkan oleh Cak Imin,” ujarnya.

Selanjutnya Indra akan mengajak seluruh jaringannya se-Banten untuk bergerak bersama secara sukarela karena ini adalah politik perjuangan yang harus dilakukan bersama.

“Kami berjuang karena persamaan pikiran, visi, dan ide. Saya belum pernah sacara langsung berkomunikasi dengan Cak Imin, tapi saya terus mengikuti langkah-langkahnya dari berbagai media,” ucap Indra.

Hadir dalam deklarasi tersebut KH Mas’ud (Pembina yayasan Gratmi), KH Iwan Setiawan (Pembina Yayasan As Salam), dan Ketua Pagar Nusa Wilayah Banten M Nasir.

Menteri Yohana marah, perusahaan kembang api pekerjakan anak dibawah umur

PT Panca Buana Cahaya Sukses, perusahaan pemilik gudang kembang api yang terbakar di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing, Tangerang, Banten diduga melanggar UU karena mempekerjakan anak di bawah umur. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise akan menyurati perusahaan dan kementerian terkait untuk menyikapi dugaan pelanggaran ini.

“Itu sebagai peringatan saja pada perusahaan dan kementerian terkait,” kata Yohana di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (2/11).

Yohana mengaku telah meninjau langsung gudang kembang api tersebut. Dia menyayangkan PT Panca Buana Cahaya Sukses menggunakan pekerja di bawah umur.

Sebenarnya, kata Yohana, UU Ketenagakerjaan memperbolehkan perusahaan menggunakan pekerja di bawah umur. Hanya saja, dalam UU tersebut diatur bahwa anak-anak hanya boleh mengerjakan pekerjaan ringan. Yohana geram lantaran perusahaan kembang api itu mempekerjakan anak-anak.

“Kami sudah ke sana. Beberapa kali bilang, Kami sangat kecewa dengan adanya pemilik perusahaan yang menggunakan pekerja di usia anak. Karena itu sudah melanggar UU perlindungan anak, walaupun di ketenagakerjaan masih menerima,” tegasnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan pendampingan bagi keluarga korban yang membutuhkan.

Beli narkoba lewat GO-JEK, Roro diamankan bersama kekasih

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, kembali menangkap seorang publik figur yang bernama Roro Safitri Triesjaya Crespin alias Safi. Safitri ditangkap karena telah menggunakan narkoba jenis ganja dan sabu bersama dengan sang pacar yang bernama Canggih Putra Pratama.

Kasubdit I Narkotika Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, kejadian tersebut berawal pada Senin (23/10) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, ada seorang driver ojek online yang bernama Haryanto membuat laporan ke pihaknya. Ojek online itu melapor, karena dirinya mendapatkan pesanan pengiriman paket atau barang tanpa melalui aplikasi secara resmi.

“Seorang driver GO-JEK bernama Haryanto mendapatkan order pengiriman paket tanpa aplikasi di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saudara Haryanto merasa curiga dengan laki-laki tersebut dikarenakan sangat terburu-buru memberikan order paketan tersebut,” katanya di kantor Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (29/10).

Saat itu, Haryanto diberikan uang sebesar Rp 300 ribu, untuk mengantar paketan tersebut ke daerah Modern Land Tangerang Kota. Tapi, Haryanto pun justru mengirimkan paketan tersebut ke Unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, untuk segera melaporkan paketan itu.

Kemudian, tim unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, membuka paketan tersebut bersama-sama yang disaksikan oleh driver GO-JEK yaitu Haryanto.

“Setelah dibuka ternyata berisi 1 (satu) kotak jam merek Swiss Army di dalamnya terdapat 1 (satu) bungkus rokok Sampoerna Mild yang berisi 1 (satu) kantong plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu dan 1 (satu) buah cangklong,” ujarnya.

Lalu, tim unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya menimbang berat sabu tersebut yang diketahui berat brutto 0,5 (nol koma lima) gram. Kemudian, tim pun mengambil tindakan awal yaitu membuat Laporan Polisi (LP) model A dan melakukan cek laboratorium sementara.

“Setelah itu didapati hasil sabu tersebut positif Methamphetamine. Selanjutnya paketan tersebut dibungkus kembali dan salah seorang dari tim melakukan Control Delivery dengan menyamar sebagai driver GO-JEKmenggantikan sodara Haryanto ke tempat tujuan yaitu Jl. Pulau Dewa Barat 2 Blok O 2 No. 17 Modern Land Tangerang Kota,” ucap Jean.

Setelah sampai di tempat tujuan, tim yang menyamar sebagai driver GO-JEK menelpon seseorang yang akan menerima paketan tersebut. Beberapa menit kemudian seorang laki-laki keluar dari rumah untuk menerima paketan tersebut.

“Setelah barang paketan tersebut diterima oleh seorang laki-laki yang bernama Canggih dan dengan segera tim melakukan penangkapan. Setelah dilakukan penangkapan, tim melakukan penggeledahan rumah tersangka yang di saksikan oleh kedua orang tua saudara Canggih dan security perumahan setempat,” tuturnya.

Saat ingin melakukan penggeledahan di kamar Canggih, ternyata di dalam rumah itu terlihat adanya Safitri. Ketika petugas melakukan penggeledahan di kamar Canggih, ditemukan beberapa barang bukti berupa dua bungkus kertas warna cokelat berisi narkotika jenis ganja dengan berat brutto 86,54 gram.

“Ada juga 1 (satu) pack kertas papir, 1 (satu) buah alat hisab sabu (bong) dan 2 (dua) buah HP I Phone 7. Kemudian tim melakukan interogasi kepada saudara Canggih, darimana barang sabu di dapati dengan cara saudari Safitri pesan kepada temannya yaitu saudara Ardi (DPO) dengan harga Rp 850 ribu, sebanyak setengah gram,” ujar Jean.

Pembayaran sudah dilakukan, lanjut Calvijn, melalui transfer mobile banking BCA dan barang bukti ganja di dapati dengan cara membeli kepada saudara Pasha seharga Rp 850 ribu perbungkus di daerah Tangerang Kota. Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yaitu Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Insiden gudang petasan meledak, sebanyak 50 orang lapor kehilangan keluarga

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan, ada 50 orang melapor mencari anggota keluarganya yang menjadi korban ledakan gudang petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Hingga hari ini tim kepolisian RS Polri baru berhasil mengidentifikasi empat jenazah.

“Ada 50 orang yang melaporkan ke posko,” kata Argo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (28/10).

Dari 50 warga yang melapor tersebut, terdapat laporan yang ganda. Artinya, kata dia, ada warga yang melapor untuk mencari jenazah yang sama.

“Jadi, yang dilaporkan misalnya keluarga A, melaporkan CB, ini keluarga lain melaporkan CB juga. Ada yang seperti itu. Tapi semua ini kan tidak pernah kita tolak, tapi kita terima semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan R.S Polri Kramat Jati, Kombes Pol Sumirat mengatakan, saat ini ada 50 keluarga jenazah yang datang ke posko Antemortem. Dia mengimbau, bagi para keluarga untuk membawa data-data jenazah yang lengkap sehingga mudah dilakukan identifikasi. Lanjutnya, kata dia, keluarga juga bisa membawa sikat gigi dan foto jenazah yang tersenyum ketika masih hidup.

“Kita utamanya saat ini meminta keluarga korban adalah membawa foto sebanyak mungkin yang terkait pada saat dia tersenyum,” ucap Sumirat.

“Sikat gigi di sini dipakai untuk penelusuran DNA juga jadi memang kita butuhkan kan jadi kalau orang sikat gigi pasti ada yang tersisa di situ nyangkut di situ ada darahnya ada apanya nanti kita lagi-lagi untuk alat penelusuran,” paparnya.

Mantan Kadis PU Rokan Hilir divonis 16 bulan penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru menjatuhkan vonis 1 tahun 4 bulan penjara terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rokan Hilir, Ibus Kasri, dan konsultan pengawas, Minton Bangun. Keduanya terbukti melakukan korupsi pembangunan Jembatan Pedamaran II dari APBD 2008 hingga 2010.

“Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana,” ujar hakim ketua, Khamazaro Waruwu, Jumat (27/10).

Selain penjara, Ibus Kasri dan Minton juga dihukum membayar denda Rp 50 juta. Denda itu jika tidak dibayarkan dapat diganti hukuman penjara selama 1 bulan.

Untuk uang pengganti kerugian negara tidak dibebankan kepada kedua terdakwa. Uang tersebut sudah dikembalikan saat penyidikan di Kejaksaan Tinggi Riau oleh PT Waskita Karya sebesar Rp 9,2 miliar.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ibus Kasri dan Minton Bangun selaku pengawas proyek dari PT Lapi Ganesatama, bukan memperkaya diri sendiri melainkan memperkaya koorporasi, PT Waskita Karya.

Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berkoordinasi dengan penasehat hukumnya, apakah menerima atau tidak putusan itu. “Pikir-pikir majelis hakim,” kata Ibus dan Minton.

Pada persidangan sebelumnya, JPU, Eka Syafitra SH MH dan Aditya SH, menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara selama 2 tahun, denda masing-masing sebesar Rp 500 juta atau penjara selama 3 bulan. Terdakwa juga tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara.

Kasus berawal ketika Pemkab Rohil menganggarkan dana untuk pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II dari APBD 2008 hingga 2010. Penyimpangan terjadi pada pembangunan Jembatan Pedamaran II karena adanya pelaksanaan pembayaran termin dua pada 2009 yang tidak sesuai ketentuan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni Ibus Kasri.

Dalam proyek itu tidak ada item pekerjaan 77 item tiang pancang tapi tetap dibayarkan. Akibat tindakan itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp 9,2 miliar yang diperoleh dari pembayaran yang tidak semestinya.

Akibat simpan 2,5 kg ganja, wanita 20 tahun ditangkap polisi

Kepolisian Sektor Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, mengamankan seorang perempuan berinisia AD (20) yang kedapatan memiliki ganja seberat 2,5 kilogram.

“Saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Reteh untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Resor Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kepala Polsek Reteh AKP Suharyono seperti dilansir Antara, Jumat (27/10).

Pengungkapan ini, lanjut dia, dilakukan Unit Reserse Kriminal Polsek Reteh dipimpin kepala unitnya Ipda Andi Sofyan. Tim menangkap seorang wanita muda itu diduga menjadi pelaku tindak pidana narkotika jenis ganja kering pada Rabu (25/10) malam pukul 22.00 WIB.

Lokasi persisnya di Lorong Katong Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh. Tersangka AD, warga Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh diringkus bersama barang bukti berupa lima paket besar diduga ganja kering yang dibungkus plastik warna hitam dengan lakban bening.

Selain itu, ada juga satu paket yang ganja kering dibungkus kertas koran, berat barang bukti ganja diperkirakan sekitar 2,5 kg. Selain itu barang bukti lain ada satu unit timbangan dan dompet berisikan uang sebesar Rp135 ribu.

Menurut kapolsek, penangkapan wanita cantik itu bermula dari informasi warga. Saat itu warga menginformasikan, bahwa di Lorong Katong, Kelurahan Pulau Kijang, sering terjadi transaksi narkotika jenis ganja.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek lalu memerintahkan personelnya untuk melakukan penyelidikan memastikan kebenaran informasi itu. Polisi mendatangi lokasi dan disaksikan oleh Ketua RT dan warga setempat BB tersebut di belakang pintu kamar tidur tersangka.

“Kalau yang satu paket ganja kering yang dibungkus dengan kertas koran ditemukan di rak pakaian dalam kamar tersangka,” ungkapnya.

Annisa tersenyum AHY ‘digodain’ mahasiswi Unhas ingin selfie

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung mantan Presiden RI yang kini direktur eksekutif The Yudhoyono Institute hadir di Makassar bersama istrinya, Annisa Pohan, Kamis, (26/10). Dia memberikan kuliah kebangsaan bertema Pemuda, Sains dan Teknologi di auditorium Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin.

Dari awal kedatangannya, di tengah ceramah berlangsung hingga detik-detik dia tinggalkan kampus itu membuat para mahasiswi histeris. Ada-ada saja alasannya agar bisa mendekati sosok mantan prajurit TNI yang terbilang gagah ini, padahal ceramah masih berlangsung.

Ada yang mendekati karena ajukan pertanyaan dan diakhiri dengan selfie, ada juga yang bawakan tisu juga diakhiri selfie. Tingkah pola mahasiswi ini membuat Annisa Pohan yang duduk di kursi depan ikutan tersenyum sementara mahasiswa lain tidak henti-hentinya berteriak. Sementara Agus mengusap wajahnya dengan tisu yang diambilnya dari mahasiswi tadi.

Tampak Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah dan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto yang hadir dalam kuliah umum itu juga ikutan tersenyum menyaksikan ulah mahasiswa yang membuat panitia kegiatan cukup kewalahan menertibkan.

“Bukan hanya cakep tapi juga berwibawa, kharismatik. Tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Mas Agus ibarat Kapten Yoo Shi Jin-nya Indonesia, itu tentara Korea yang diperankan Song Joong Ki di film Descendant of The Sun,” tutur Nurhikmah, (22), mahasiswi Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin

Sementara Tri Suci Ningsari, (22), mahasiswi Fakultas Sains Teknologi mengatakan, Agus Harimurti Yudhoyono adalah tipe pria idaman semua wanita, unggul dalam fisik dan juga intelektualitasnya.

“Agus berpeluang besar jadi pemimpin masa depan sepanjang apa yang diucapkannya hari ini diaplikasikan, tidak hanya manis di mulut,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan bangga punya pemimpin muda dan harapan besar masa depan bagi semua.

“Sosok Agus sangat lengkap baik itu menguasai ilmu-ilmu dunia hari ini, ilmu-ilmu keIndonesiaan dan aspek kesejarahan dan mengerti kaum-kaum millenia. Sosok pemimpin muda yang sangat berpotensi,” ujarnya.

Sementara Agus Harimurti Yudhoyono dalam kuliah umumnya antara lain menyampaikan tentang teknologi yang perkembangannya begitu pesat. Ponsel sebagai salah satu produk teknologi, jika tidak di tangan dalam sehari hidup terasa hampa.

“Kita boleh tergantung sama teknologi tapi jangan jadi budak teknologi,” kata Agus di depan ribuan mahasiswa yang memadati tribun auditorium berlantai dua itu.

Di kesempatan yang sama, dengan bahasa yang mudah dicerna, Agus mengingatkan anak-anak muda yang ada di hadapannya untuk tidak ikut terbawa-bawa informasi hoax.

“Kata pepatah, mulutmu harimaumu tapi kini jempolmu harimaumu. Jangan ikut-ikutan menulis di media sosial hal-hal berbau hoax,” tandasnya.