Lagi asik pesta miras, sebanyak tiga remaja diamankan

Demi menjaga keamanan Kota Payakumbuh dari Penyakit Masyarakat (PEKAT), Tim 7 Kota Payakumbuh, Sabtu (16/12) hingga Minggu (17/12) dini hari, kembali melakukan razia anti Pekat di beberapa kafe serta kawasan yang dinggap rawan di seputaran kota.

Razia yang dimulai di kawasan Ngalau Indah, Jalan Soekarno- Hatta, Kota Payakumbuh, tim menemukan tiga orang remaja warga asal Situjuh, Kabupaten Limapuluh Kota, ketika menikmati pesta miras.

Menurut Atrimon, Kabid operasi dan pengendalian Satpol PP Payakumbuh, di lokasi Ngalau Indah petugas menemukan tiga orang remaja, terlibat pesta miras. Ketiganya kedapatan mengkonsumsi minuman keras berkadar alkohol tinggi.

Menurut Atrimon, tempat tersebut kerap dijadikan tempat nongkrong para remaja bahkan pada malam hari, terkadang juga ada yang menyalah gunakan tempat tersebut menjadi tempat yang aman untuk berbuat yang tidak wajar.

“Ketiga remaja tersebut bersama barang bukti langsung dibawa ke Kantor Satpol PP, di komplek Kantor Balaikota, eks Lapangan Tantawi. Ketika ditanyai kepada para pelaku, dari pengakuan ketiga remaja tersebut, minuman berakhohol tinggi tersebut mereka beli di depan SPBU Koto Nan Ampek, Jalan Soekarno Hatta,” ujar Atrimon menjelaskan.

Setelah memanggil orang tua dari ketiga remaja tersebut dan diberi peringatan serta teguran. Selanjutnya, Tim 7 yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri, serta Kejaksaan, bergerak mendatangi 3 buah kafe yang berada di Kota Payakumbuh.

Namun dari hasil pemantauan ketempat tersebut, Cafe remang-remang yang didatangi oleh aparat pada saat Razia berlangsung, Minggu (17/12) Dini hari, terlihat keadaan sepi pengunjung, dan tidak ada terjadi sesuatu hal yang membahayakan kemanan serta ketertiban di masyarakat.

Akibat mobil terbakar, SPBU Nyaris Jadi Abu

Suasana yang sebelumnya tenang dikejutkan oleh sebuah peristiwa kebakaran, dan membuat warga sekitar kejadian berhamburan keluar rumah yang ada disekitaran SPBU Tanjung Kaliang kenagarian Sungai Kamuyang Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota.

Diduga akibat adanya percikan api dari dalam mobil korban pada minggu (3/12) pagi saat pukul 08:45 wib. sehingga korban yang juga tengah membawa drum berisi BBM yang Baru saja diisinya di Tempat pengisian bahan bakar tersebut membuat api langsung membesar dan membakar habis mobil yang masih berada dikawasan SPBU itu.

Kejadian yang menimpa seorang pria tua bernama Erman Jonna (60) tersebut bahkan ikut disambar oleh api yang langsung mengganas di mobilnya itu, akibat kobaran api yang menjilati tubuhnya, Erman Jonna yang diketahui merupakan warga Sikabu Kabu Kabupaten Limapuluh Kota tersebut langsung dilarikan Ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) dr. Adnaan WD kota Payakumbuh.

Menurut salah seorang Anggota Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh Afrizal Chan kepada Redaksi Sumbar mengatakan kebakaran tersebut diduga akibat adanya percikan api dari dalam mobil korban yang saat itu baru saja mengisi Bahan Bakar dengan Drum yang ada didalam mobilnya, sehingga api diketahui langsung membesar dan membakar mobil korban yang juga didepan SPBU tersebut.

“Diduga akibat adanya percikan. Api dari mobil tersebut, sehingga korban yang juga tengah membawa drum bahan bakar yang saat itu. Juga baru saja diisinya di SPBU tersebut sehingga api langsung membesar, bahkan mobil yang terbakar tersebut juga masih berada didepan area SPBU Tanjung Kaliang Sungai Kamuyang, sehingga satu unit Mobil Damkar dari Kota Patakumbuh dan Satu dari Kabupaten Limapuluh Kota langsung diturunkan kelokasi, pasalnya hampir saja juga ikut membakar SPBU tersebut,” terang Afrizal Chan.

Afrizal chan juga menambahkan “Korban yang saat itu masih berada didalam mobilnya juga ikut disambar oleh api yang tengah membara itu, dan korban yang langsung dievakuasi langsung dilarikan ke IGD RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh dan mengalami Luka Bakar (30%) Tiga Puluh Persen,” pungkasnya.

Dua Polres di Sumbar berhasil “ciduk” bandar narkoba

Diduga berperan sebagai bandar Narkoba, rumah seorang pria digeledah polisi pada Sabtu (28/10/2017) dini hari. Peristiwa penggerebekan tersebut dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Payakumbuh yang bekerjasama dengan Sat Resnarkoba Polres Tanah Datar.

Pemilik rumah tersebut merupakan salah seorang terduga bandar narkoba yang berinisial HK, yang merupakan warga Barulak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebelum ditangkap, HK dipancing oleh petugas untuk bertransaksi, namun terduga bandar yang dikenal licik tersebut sempat melarikan diri karena mengetahui polisi akan mengamankannya, HK yang akan disergap pun akhirnya berhasil meloloskan diri dari penyergapan oleh duo Polres tersebut.

Tak berselang beberapa saat, petugas yang langsung melakukan penggeledahan di rumah pria tersebut dan akhirnya mengamankan dua orang pria yang pada saat itu berada dirumah terduga bandar itu, dan dua orang pria tersebut merupakan dua orang yang diduga sebagai kaki tangan terduga bandar tersebut.

Dari hasil penggeledahan dirumah yang diduga bandar tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga kaki tangan Bandar narkoba dan sejumlah barang bukti, yang diantaranya berinisial NI (17) warga Baso, serta NA (25) warga Barulak, dengan barang bukti lima paket kecil sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik bening yang disimpan di dalam kotak permen, tiga bungkus plastik bening, tiga unit telepon gengga, jenis i-cherry Android warna silver, Samsung Android warna putih dan Samsung lipat warna putih, serta satu buah timbangan digital warna hitam.

Kasat Resnarkoba Polres Payakumbuh, Iptu Hendri Has menyebutkan pihaknya bekerja sama dengan Satresnarkoba Polres Tanah Datar menggerebek dan menggeledah terduga bandar narkoba berinisial HK, di kediamannya Barulak, Kabupaten Tanah Datar.

“Awalnya, terhadap bandar narkoba tersebut, aparat berupaya melakukan penjebakan, melalui sambungan telepon genggam dan berjanji bertemu dekat kandang babi milik HK dengan menempuh medan yang cukup sulit. Namun diduga dirinya sadar telah masuk dalam jebakan, pria tersebut langsung kabur menghilang, sementara itu, dua kaki tangan bandar yang berhasil diamankan, sementara itu untuk HK kami masih melakukan pengejaran hingga saat ini,” katanya.

Akibat saling tikam satu tewas dan lainnya kritis

Hanya berselang dalam waktu kurang lebih satu bulan, aksi brutal saling tikam dengan senjata tajam (sajam) kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sebelumnya, aksi saling tikam tersebut juga terjadi di Kecamatan Harau pada 10 September 2017 lalu, yang melibatkan seorang anggota DPRD setempat dan menewaskan seorang warga Kabupaten Limapuluh Kota akibat permasalahan Tapal Batas Wilayah.

Setelah peristiwa berdarah tersebut berlalu, pada Sabtu (21/10) malam lalu, hal serupa kembali terjadi di Jorong Padang Laweh Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota yang melibatkan dua orang pria yang berawal dari cekcok mulut dan berlanjut saling tikam menggunakan senjata tajam dan akhirnya menewaskan satu orang diantaranya.

Menurut informasi dari yang berhasil dirangkum di lapangan, peristiwa berdarah tersebut diduga berawal dari permasalahan bisnis yang melibatkan dua orang yang masih ada hubungan keluarga. Seorang pria bernama Muhammad Fikri (25), warga Jorong Padang Laweh Kenagarian Sungai Antuan, Kecamatan Mungka mendatangi Rio Hendro (36) yang terlibat masalah dengan Fadli, kakak dari Fikri dengan tujuan ingin menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dengan saudaranya tersebut.

Namun MF yang merasa tidak senang juga menyemprot RH akhirnya percekcokan mulut kedua pria itu tak terelakkan. Insiden tersebut terjadi di Jorong Simpang Tiga Kenanga, Nagari Sungai Antuan, atau tepatnya di kediaman korban.

Perkelahian yang diduga memakai senjata tajam tersebut mengakibatkan kedua orang itu mengalami luka robek pada tubuh keduanya, sehingga kedua pria yang terlibat baku hantam dan saling tikam tersebut saling bersimbah darah dan terkapar.

Beberapa orang warga yang tengah melintas di lokasi peristiwa itu melihat MF dan RH sudah terkapar dengan berlumuran darah, langsung melarikan kedua pria tersebut ke Rumah Sakit dengan dibantu warga lainnya. Tidak berselang beberapa saat, RH yang sampai di Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh akhirnya tewas dengan dua luka tusukan benda tajam di bagian lengan dan dadanya, sementara itu lawan duelnya, MF, mendapat luka tusukan pada bagian perut, leher serta luka robek di kepala bagian sebelah kiri dan dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Adnaan WD Kota Payakumbuh.

“Kami masih dalam melakukan penyelidikan penyebab kejadian dan info lebih lanjut akan dikabari saat ada perkembangan. Saat ini sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga telah dilakukan. Dari pihak keluarga, kami masih menunggu karena masih dalam keadaan berduka,” terang AKP Akno Pilindo, Minggu (22/10) malam.

Aksi jambret dua pemuda tanggung Berakhir di kantor Polisi

Walaupun berhasil merampas satu unit handphone milik korbannya, dua pemuda tanggung yang mencoba menjadi pelaku jambret akhirnya harus berurusan dengan penegak hukum, hal tersebut diketahui dari laporan polisi nomor : LP/K/381/X/2017/Res Payakumbuh tanggal 19 Oktober 2017.

Kejadian tersebut berawal sewaktu korban Resa Nofrianti Putri yang berboncengan menggunakan sepeda motor bersama temannya Faras Hudzaifah di kawasan Sawah Padang. Di tengah perjalanan, tepatnya dari arah belakang tersangka Teguh Mulyadi (19) dan Husnul Fikri (19) datang dengan sepeda motor dan langsung merampas satu unit telepon genggam jenis Samsung yang saat itu tengah dipegang oleh korban.

Usai mengambil para tersangka langsung melarikan diri sehingga dengan keadaan spontan para korban pun langsung mengejar para pelaku yang akhirnya dapat dihentikan berkat bantuan warga yang masih berada di Kelurahan Sawah, Padang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

“Kedua orang ini nyaris saja babak belur jika tidak ada anggota polisi yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankannya dari amukan massa yang beringas,” ujar Paur Subbag Humas Polres Payakumbuh, Aiptu Hendri Ahadi, Sabtu (21/10) siang.

Atas kejadian tersebut korban yang merasa dirugikan, orang tua korban, Ritati (53) merasa tidak senang dan melaporkan kejadian itu ke unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Payakumbuh sebelum akhirnya tim dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kota Payakumbuh langsung turun ke lapangan dan berhasil mengamankan kedua orang pelaku.

”Saat ini kedua pelaku sudah berhasil diamankan oleh polisi dengan sejumlah barang bukti, diantaranya telepon genggam jenis Samsung Galaxy J2 warna putih, dan satu unit sepeda motor pelaku,” terang Hendri.

Kepanikan, dua buruh sembunyikan ganja dalam baju

Dalam rangka Operasi Tumpas Bandar Sago tahun 2017, tim Satuan Reserse Narkoba Polres Payakumbuh mengungkap kasus peredaran Narkoba di wilayah hukum Polres Kota Payakumbuh dengan melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki yang diduga sebagai pengedar narkoba. Peristiwa penangkapan tersebut terjadi pada Jumat (20/10) malam.

Dua pria diamankan tersebut bernama yang bernama Junijat (25), dan rekannya bernama Ari (22). Keduanya berasal dari Jorong Maur Kenag, Talang Maur, Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota. Keduanya diamankan di jalan jorong Tanjuang Baruah Kenagarian Andaleh Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota.

Barang bukti yang diamankan dari dua orang pria yang berprofesi sebagai buruh tersebut diantaranya berupa satu paket sedang narkoba jenis ganja kering, satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku untuk bertransaksi barang haram tersebut dan dua unit telepon genggam milik para pelaku.

Kepada kabasumbar.com, Kasat Narkoba Polres Kota Payakumbuh Iptu Hendri Has mengatakan bahwa pelaku ditangkap ketika timnya yang tengah melakukan patroli merasa curiga dengan tindakan dua orang tersebut karena dinilai telah menyembunyikan sesuatu di balik bajunya. “Tanpa berfikir panjang, kami mencegat pelaku dan salah seorang diantaranya sempat membuang benda dalam baju tersebut, ketika kami dapatkan ternyata isi dalam balik abju pelaku adalah satu paket ganja,” ucap Hendri.

Dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut mereka dapat dari seorang bandar di Batang Tabik, Kenagarian Batang Tabik, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ”Bandar tersebut baru saja mereka kenal dan kami sedang memburu orang tersebut,” ulasnya.