Menteri Rini bakal rombak susunan tiga direksi BUMN

Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Bambang Soendjaswono sebagai Direktur Utama PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS) menggantikan pejabat sebelumnya Imam Sulistiyanto.

Keputusan pengangkatan Bambang Soendjaswono tertuang dalam Surat Keputusan nomor SK-260/MBU/11/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

Salinan surat keputusan tersebut diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno kepada Bambang Soendjaswono, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/11).

Dalam SK tersebut, juga ditetapkan pengangkatan Faisal Nur sebagai Direktur Keuangan dan Logistik, serta penetapan Diana Rosa sebagai Direktur Operasional.

Setelah itu, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno juga menyerahkan salinan SK perombakan susunan direksi PT Barata Indonesia (Persero).

Berdasarkan SK-261/MBU/11/2017, Menteri BUMN Rini Soemarno memberhentikan Tony Budi Santoso sebagai Direktur PT Barata Indonesia (Persero) sejak tanggal 23 Oktober 2017.

Selanjutnya juga mengubah nomenklatur jabatan anggota Direksi PT Barata Indonesia (Persero), yaitu Direktur menjadi Direktur Keuangan dan SDM, Direktur menjadi Direktur Operasi dan Pemasaran.

Pada saat yang sama, mengalihkan penugasan Yoyok Hadi Satriono yang semula Direktur menjadi Direktur Keuangan dan SDM, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN tersebut.

Selanjutnya mengangkat Tony Budi Santoso sebagai Direktur Operasi dan Pemasaran PT Barata Indonesia (Persero) terhitung sejak tanggal 23 Oktober 2017.

Selain DPS dan Barata Indonesia, Menteri BUMN Rini Soemarno juga merombak susunan Direksi Perum Bulog, berdasarkan SK-259/MBU/11/2017 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Umum (Perum) Bulog.

Menteri BUMN Rini Soemarno selaku wakil pemerintah sebagai pemilik modal Perum Bulog memberhentikan dua direktur yaitu Iryanto Hutagaol dan Direktur Wahyu Suparyono.

Nomenklatur jabatan juga diubah yaitu Direktur menjadi Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Direktur Pengadaan, Direktur SDM dan Umum, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Direktur Komersial, Direktur Keuangan.

Menteri BUMN mengalihkan penugasan Karyawan Gunarso menjadi Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Tri Wahyudi Saleh menjadi Direktur Komersial, Imam Subowo menjadi Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Febriyanto menjadi Direktur SDM dan Umum, serta mengangkat Andrianto Wahyu Adi sebagai Direktur Pengadaan, Pardiman sebagai Direktur Keuangan.

Siap luncurkan PAS-Final, Ditjen Pajak ajak masyarakat lapor harta

Setelah sukses dengan program pengampunan pajak (Tax Amnesty), Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kembali mengajak masyarakat untuk melaporkan hartanya yang belum dilaporkan melalui program Pengungkapan Aset secara Sukarela dengan Tarif Final (PAS-Final).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Saksama hal ini sesuai dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 165/PMK.03/2017, yang merupakan revisi kedua PMK Nomor 118/PMK.03/2016 tentang Pelaksanaan Program Pengampunan Pajak.

Selain mengatur mengenai tidak diperlukannya Surat Keterangan Bebas dan cukup menggunakan Surat Keterangan Pengampunan Pajak untuk memperoleh fasilitas pembebasan PPh atas balik nama asset tanah dan/atau bangunan yang diungkapkan dalam program Amnesti Pajak sebagaimana diumumkan sebelumnya, PMK-165 ini juga mengatur mengenai prosedur perpajakan bagi Wajib Pajak yang melaporkan aset tersembunyi sebelum aset tersebut ditemukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

“Program ini memberi kesempatan bagi seluruh Wajib Pajak yang memiliki harta yang masih belum dilaporkan dalam SPT Tahunan 2015 maupun SPH untuk mengungkapkan sendiri asset tersebut dengan membayar pajak penghasilan dengan tarif tertentu,” katanya di Jakarta, Senin (27/11).

Dalam program ini, tarif untuk WP orang pribadi (OP) umum sebesar 30 persen. untuk WP badan umum sebesar 25 persen, dan WP OP atau badan tertentu dengan penghasilan usaha atau pekerjaan bebas kurang dari atau sama dengan Rp 4,8 miliar dan/atau karyawan dengan penghasilan kurang dari atau sama dengan Rp 632 juta.

Program ini juga tidak memberlakukan ketentuan sanksi dalam Pasal 18 UU Pengampunan Pajak bagi WP yang memanfaatkan prosedur PAS-Final, sebab pengungkapan dilakukan sendiri oleh Wajib Pajak sebelum aset tersebut ditemukan oleh Ditjen Pajak.

Prosedur PAS-Final dapat dilaksanakan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa PPh Final, dilampiri dengan Surat Setoran Pajak dengan Kode Akun Pajak 411128 dan Kode Jenis Setoran 422, ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Prosedur PAS-Final ini hanya dapat dimanfaatkan selama Ditjen Pajak belum menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) Pajak sehubungan dengan ditemukannya data aset yang belum diungkapkan.

Data yang dimiliki Ditjen Pajak antara lain, izin usaha, izin penangkapan ikan, izin pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, izin mendirikan bangunan, registrasi produk obat dan makanan, dan kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, hotel, restoran.

Saat ini Ditjen Pajak juga telah diberikan kewenangan sesuai UU Nomor 9 Tahun 2017 untuk mengakses data keuangan yang dimiliki lembaga keuangan seperti perbankan dan pasar modal. Selanjutnya mulai tahun 2018, lembaga keuangan akan secara rutin memberikan data keuangan kepada Ditjen Pajak, termasuk data keuangan dari 100 negara lain yang telah sepakat bertukar informasi keuangan dalam rangka memerangi pelarian pajak lintas negara.

Oleh karena itu Ditjen Pajak mengimbau semua Wajib Pajak baik yang belum dan terlebih khusus yang sudah ikut Amnesti Pajak dan masih memiliki asset tersembunyi untuk segera memanfaatkan prosedur PAS-Final sebagaimana diatur dalam PMK-165 ini sebelum Ditjen Pajak menemukan data asset tersembunyi tersebut.

Citilink Indonesia bakal alih penerbangan dikarenakan erupsi Gunung Agung

Maskapai Citilink Indonesia mewaspadai perkembangan terkini kondisi erupsi Gunung Agung, Karang Asem Bali yang dilaporkan mengalami peningkatan sejak Sabtu (25/11). Hari ini aktivitas Gunung Agung meningkat hingga menyemburkan asap 3.000 meter.

“Hingga saat ini, Citilink Indonesia terus melakukan koordinasi ketat dengan sejumlah instansi dalam mewaspadai segala perkembangan erupsi Gunung Agung di Bali,” kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar di Jakarta Minggu (26/11).

Selain melakukan pemantauan secara ketat, Citilink Indonesia juga melakukan koordinasi secara internal untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang dapat terjadi.

“Berdasarkan koordinasi manajemen, Citilink Indonesia telah mempersiapkan beberapa rencana tanggap bencana seperti pengalihan penerbangan yang terganggu asap maupun abu vulkanik Gunung Agung ke beberapa bandara terdekat,” kata Benny.

Namun, persiapan sejumlah bandara sebagai tujuan pengalihan penerbangan ini juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Jika abu vulkanik tertiup ke arah barat maka penerbangan akan dialihkan ke Lombok dan Kupang, sedangkan jika angin bertiup ke arah timur maka dialihkan ke Surabaya, Yogyakarta atau Solo,” jelasnya.

Berdasarkan laporan dari pengamatan satelit BMKG serta hasil pantauan visual beberapa pilot yang terbang di atas Bali, kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Lombok Praya saat ini belum terkena dampak peningkatan aktivitas Gunung Agung.

“Kedua bandara Ngurah Rai Denpasar dan Lombok Praya masih beroperasi secara normal, aman dan lancar, namun seluruh station pendukung juga sudah stand by jika diperlukan,” kata Benny.

Hingga saat ini, manajemen Citilink Indonesia terus melakukan koordinasi yang erat serta mempersiapkan segala rencana yang mungkin dapat terjadi dari berkembangnya erupsi Gunung Agung.

Erupsi Gunung Agung bikin Bandara Internasional Lombok tutup

Bandara Internasional Lombok Praya ditutup pada Minggu (26/11) sore hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal ini menyusul dari erupsi Gunung Agung yang menyemburkan asap hingga 3.000 meter pada pagi tadi.

“Bandara Lombok harus ditutup karena sudah ditemukan vulcano ash (VA),” kata Kepala Bagian Kerjasama Humas Dirketorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Agoes Soebagio saat dikonfirmasi, Minggu (26/11).

Gumpalan angin dari Gunung Agung mengarah ke bagian Tenggara atau ke Lombok. Sehingga hal tersebut akan mengganggu penerbangan. Selain itu penutupan Bandara juga demi keselamatan penumpang.

“Angin ke Tenggara ke arah (Bandara) Lombok itu mengganggu penerbangan,” ujarnya.

Sebelumnya, pagi tadi, Gunung Agung membumbungkan asap hingga 2.000 meter di atas puncak. Aktivitas meningkat sekitar pukul 00.00 WITA hingga 06.00 WITA. Kemudian pada pukul 05.45 WITA diperkirakan asap semakin tinggi hingga 3.000 meter.

Kemudian pada Sabtu (25/11) sore aktifitas Gunung Agung kembali mengeluarkan asap tebal. Erupsi terjadi pukul 17.30 WITA dengan ketinggian hingga mencapai 1.500 meter di atas puncak gunung.

Pro kontra sebelum hadir Holding Pertambangan BUMN

Pemerintah tengah menggodok pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara di sektor pertambangan atau Holding BUMN Tambang, meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Keputusan ini akan difinalkan pada 29 November saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga BUMN tersebut.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono menilai, rencana pembentukan holding pertambangan tidak cukup efektif jika dasarnya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kinerja BUMN di sektor pertambangan. Sebab, pembentukan holding ini akan menimbulkan masalah baru khususnya di sisi manajemen.

“Coba lihat, holding semen juga ngak efektif karena mereka (anak usaha SMGR) masih bawa entitas masing masing dan membawa budaya organisasi masing-masing. Jadi holding itu sekarang hanya forum rapat saja,” ujar Tony di Gedung BEI, Senin (20/11).

Namun demikian, Direktur Pelaksana Lembaga Management FEB Universitas Indonesia, Toto Pranoto menyebut bahwa rencana pemerintah membentuk holding pertambangan sudah tepat. Sebab, upaya ini ditengarai menciptakan banyak nilai tambah berupa sinergi dalam aspek operasional, keuangan, serta kerja sama lainnya.

“Dalam pareto condition BUMN saat ini, pembentukan holding company menjadi salah satu opsi rightsizing yang tepat. Span of control pengawasan dan monitoring terhadap BUMN bisa lebih baik karena jumlah yang diawasi berkurang,” kata Toto seperti dikutip dari Antara.

Dalam jangka panjang menurutnya, fungsi Kementrian BUMN mungkin secara perlahan akan dikurangi sampai pada tahap hanya sebagai regulator saja. Fungsi operasional sepenuhnya dikelola Super Holding Company.

“Saya tidak sependapat dengan pihak yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan efesiensi manajemen BUMN tambang itu lebih tepat di merger, bukan holding. Kenapa? Karena organisasi holding dan merger adalah dua hal yang berbeda,” kata dia.

Toto menjelaskan, dengan holding berarti ada induk perusahaan dan anak perusahaan. Sementara merger berarti ada empat BUMN digabungkan atau dilebur menjadi satu entitas baru. Contoh Bank Mandiri adalah entitas baru dari peleburan Bank Exim, BDN, BBD dan Bapindo.

Menurut Toto, proses pembentukan Holding Company di BUMN sudah mengalami revolusi dari model Operating Holding menjadi Strategic Holding. Contoh Semen Indonesia dan Pupuk Indonesia. Selama belasan tahun mereka beroperasi sebagai operational holding (Semen Gresik Holding dan Pusri Holding) dan tidak bekerja secara efektif karena induk dan anak perusahaan compete head to head.

Dengan pola strategic holding yang mulai diterapkan pada 2012 , maka fungsi koordinasi induk dalam mensinergikan seluruh kekuatan anak perusahaan berjalan lebih baik. Induk fokus pada fungsi pengarahan strategis, bimbingan keuangan dan penciptaan nilai pada bisnis (sinergi), misal dengan langkah mengurangi duplikasi aktivitas (pooling pengadaan, logistic dan fungsi pemeliharaan) sehingga Cost bisa ditekan.

Sementara anak perusahaan fokus pada pengembangan bisnis dan peningkatan distinctive competencies pada aspek operasional. Dengan cara ini Semen Indonesia berhasil meningkatkan “Value of the Firm”. Tingkat produksi semen Indonesia meningkat dari sekitar 15 juta ton pada 2005 menjadi sekitar 26 juta ton pada 2015. Operating Income meningkat dari sekitar Rp 4 trilun di 2005 melonjak menjadi sekitar Rp 15 triliun pada 2015.

“Holding mampu meningkatkan value dari korporasi dibandingkan mereka stand alone atau dikelola dengan model operating holding. Sedangkan bentuk merger akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk berhasil mengkonsolidasikan diri sebagai perusahaan yang solid dan kuat,” papar Toto.

Pada aspek lain, menurut Toto, opsi merger pun membutuhkan penanganan yang sangat kritis pada proses Post Merger Integration (PMI). Misalnya, bagaimana menyatukan visi entitas baru, mengkonsolidasikan budaya perusahaan baru, serta standarisasi seluruh fungsi operasional entitas baru. Proses ini membutuhkan waktu panjang dan model kepemimpinan yang super kuat.

Namun demikian, Toto menegaskan tidak setuju jika merger dianggap menjadi pilihan yang buruk. Sebab, kenyataannya tidak selalu begitu. “Namun, survey Raymond Noe (2002) menemukan bahwa 60 hingga 80 persen dari seluruh merger yang dilakukan perusahaan di AS mengalami kegagalan finansial,” kata Toto.

Kontribusi industri Indonesia kalahkan negara besar dunia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat dikategorikan sebagai sebuah negara industri. Sebab, sektor industri merupakan kontributor terbesar bagi perekonomian nasional dengan sumbangannya mencapai lebih dari 20 persen.

“Capaian 20 persen sangatlah besar, sehingga Indonesia masuk dalam jajaran elit dunia. Dalam kategori manufacturing value added, Indonesia masuk dalam 10 besar dunia. Peringkat ini sejajar dengan Brasil dan Inggris serta lebih besar dari Rusia,” ujar Menteri Airlangga melalui siaran pers di Malang, Sabtu (25/11).

Berdasarkan jumlah persentase tersebut, Indonesia masuk dalam jajaran lima besar negara-negara dunia yang kontribusi industrinya cukup tinggi. Sementara Inggris menyumbangkan sekitar 10 persen, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusinya 19 persen. “Bahkan, kita juga berada di atas Amerika Serikat,” jelasnya.

Menteri Airlangga mengatakan, dunia saat ini sudah memandang bahwa manufaktur adalah sektor yang vital bagi perekonomian. Hal tersebut disepakati dalam World Economic Forum, yang menyatakan bahwa industri adalah sebuah proses yang melibatkan pra-proses dan post-proses sebagai satu kesatuan.

“Keduanya tidak dapat dipisahkan. Maka dengan paradigma baru ini kontribusi industri Indonesia dapat mencapai lebih dari 30 persen. Tentu ini semakin menegaskan pentingnya industri bagi perekonomian nasional,” tegasnya.

Industri nasional saat ini memiliki posisi yang tidak bisa diremehkan, karena Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk unggulan yang telah mendunia. Diantaranya adalah produk mie instan dan mainan boneka anak.

“Misalnya, produsen mie instan terbesar di dunia adalah perusahaan dari Indonesia, yaitu Indofood. Mainan boneka merek Barbie yang sudah mendunia. Jadi, kalau enam dari 10 boneka yang beredar itu berasal dari Indonesia, karena saat ini kita adalah produsen Barbie terbesar di dunia atau telah mengungguli produksi China,” jelasnya.

Menteri Airlangga menambahkan, dalam kurun lima sampai sepuluh tahun ke depan, potensi industri juga diandalkan oleh negara-negara lain. Untuk itu, kunci sukses dalam industrialisasi terdapat tiga faktor utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), modal atau investasi, dan teknologi.

“Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi merupakan program prioritas pemerintah saat ini setelah pembangunan infrastruktur. Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri atau demand driven,” tandasnya.

YLKI : Penjualan BBM RON rendah permalukan pemerintah

Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai dukungan atas pengoperasian SPBU yang menjual BBM oktan rendah RON 89 dapat mempermalukan pemerintah karena bertentangan dengan tren penggunaan energi ramah lingkungan.

“Negara lain berjibaku untuk lolos Euro3 dan Euro 4, sementara Indonesia belum lolos dengan Euro 2 karena melanggengkan BBM RON rendah,” kata Tulus Abadi melalui rilisnya seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (24/11).

Menurutnya, target Indonesia untuk mengurangi produksi karbon hingga 26 persen pada 2030 tidak akan tercapai jika Indonesia masih menggunakan jenis BBM tersebut. Menurutunya, hal tersebut tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan energi bersih serta energi baru dan terbarukan.

“Bagaimana mau mengurangi produksi karbon jika penggunaan bahan bakar kualitas rendah masih dominan. Dan mengapa pula Kementerian ESDM menyambut beroperasinya SPBU tersebut,” imbuhnya.

Tulus mengatakan dukungan Pemerintah terhadap SPBU itu justru memunculkan berbagai anomali. Pertama, karena penjualan BBM oktan rendah tidak sesuai peta jalan (roadmap) yang seharusnya mengurangi konsumsi dan distribusi BBM beroktan rendah.

Bahkan, di negara tetangga, seperti Malaysia, menjual BBM dengan RON paling rendah 95. Kalaupun RON yang dijual adalah 89, menurut Tulus, klaim tersebut harus diuji terlebih dahulu di laboratorium independen.

Anomali selanjutnya, SPBU itu menjual BBM oktan rendah di bawah harga pasar. Bisa saja hal tersebut merupakan teknik pemasaran untuk menggaet konsumen pada masa promosi. Kalau masa promosinya lewat, mereka bisa menjual dengan harga normal atau bahkan lebih mahal.

Tulus menilai, SPBU tersebut sebaiknya beroperasi di daerah terpencil (remote), sejalan dengan kebijakan BBM Satu Harga. “Di daerah tersebut masyarakat jauh lebih membutuhkan karena masih minimnya infrastruktur SPBU,” ujarnya.

Sebelumnya, Corporate Communication PT Vivo Energi Indonesia Maldi Aljufrie mengatakan pihaknya akan menjual bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan harga lebih murah dibandingkan dengan lokasi SPBU di kota-kota besar.

Jenis bahan bakar minyak yang akan dijual pada SPBU 3T adalah Revo 89, Revo 90 dan jenis Primus atau BBM untuk diesel dengan Ron 48 sampai Ron 49. Jenis BBM Revvo RON 89 hari ini dijual dengan harga Rp 6.100, RON 90 sebesar Rp 7.500 dan RON 92 sebesar Rp 8.250.

Korea tertarik bakal kembangkan pesawat R80 karya BJ Habibie

Proyek pengembangan pesawat turboprop R80 rancangan Presiden Ketiga RI BJ Habibie segera mendapat pembiayaan dari perusahaan asal Korea Selatan, D-Raon Engineering, melalui skema Pembiayaan Infrastruktur Non-APBN (PINA).

Presiden Direktur PT Regio Aviasi Industri (RAI) Agung Nugroho mengatakan pengembangan pesawat R80 yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), ini membutuhkan total dana sebesar USD 1,6 miliar. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui nilai investasi dari kerja sama ini karena harus melalui tahap uji tuntas (due diligence) selama tiga bulan.

“Soal besar investasinya, ini masih penjajakan. Kalau PINA fasilitasi, memang pasti diawali dengan proses due diligence. Untuk tentukan nilainya, investor perlu uji tuntas,” kata Agung di Kantor PT RAI seperti dikutip Antara, Jumat (24/11).

Dia menjelaskan, kebutuhan dana USD 1,6 miliar ini akan digunakan untuk detil desain pesawat, pembuatan manufaktur prototipe, pembelian barang komponen dari vendor dan supply chain Indonesia, biaya dan peralatan sertifikasi, peralatan desain, biaya operasi dan pengembangan pesawat.

CEO PINA Ekoputro Adijayanto menambahkan, proyek ini tidak menggunakan dana APBN sama sekali, melainkan dari swasta melalui PINA dan pembiayaan publik crowd funding yang saat ini sudah mencapai Rp 6 miliar.

“Peran APBN tidak ada, jadi kami optimalkan dana dari luar negeri dan dalam negeri. Kita jajaki dari masyarakat juga kecil-kecil. Sekarang dari publik Rp6 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Chairman D-Raon Engineering C.S Lee mengatakan pihaknya tertarik untuk berinvestasi pada pesawat terbang rancangan Indonesia, terutama pesawat R80 bermesin twin-turboprop yang dinilai mampu menyaingi Boeing ATR-72.

“Kami tertarik dengan proyek pembuatan pesawat ini, terutama pada model R80. Kami sangat yakin proyek ini akan sangat menguntungkan tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia,” ujar Lee.

Keunggulan pesawat R80 dari pesaing terdekatnya, yaitu ATR-72 yang digunakan Garuda Indonesia, antara lain lebih efisien, nyaman dan ekonomis terutama untuk jarak dekat dengan jarak tempuh 400-800 nautical mile atau sekitar 1.400-1.500 kilometer.

Pesawat ini juga dinilai cocok untuk penerbangan domestik antarpulau di Indonesia dan tidak membutuhkan landasan yang terlalu panjang sehingga bisa mendarat di bandara kecil.

Ada pun pada tahap pertama, pesawat R80 dengan kapasitas 80 penumpang, ini akan dibangun sebanyak 450 unit, 155 unit pesawat di antaranya sudah dipesan oleh sejumlah maskapai nasional, yakni dari NAM Air, Kalstar, Trigana Air dan Aviastar.

Di mana pesanan tersebut terdiri dari NAM Air sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit. Harga per unit pesawat sebesar USD 25 juta.

PT KPBN akan terapkan inovasi agar tak tergerus digitalisasi

PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-8. Dalam acara tersebut, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN 3 sekaligus meluncurkan identitas baru perusahaan yaitu New Innovation New Generation.

Direktur Utama PT KPBN, Iman Bimantara mengungkapkan, identitas baru tersebut sebagai salah satu harapan untuk bangkit dan mencetak generasi baru untuk menciptakan inovasi baru tanpa memutuskan rantai generasi dari para pendahulu generasi sebelumnya.

“Saat ini PT KPBN telah mempromosikan banyak talent-talent muda usia di bawah 30 tahun ke bawah sebagai Asisten Manager di PT KPBN. Ini salah satu contoh langkah konkret perusahaan mencetak generasi baru,” kata Iman, di Hotel Aryadutha, Jakarta Pusat, Jumat (24/11).

Iman menjelaskan, pada tahun 2020 diperkirakan generasi milenial akan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan jumlah usia produktif hingga 60 persen. Dengan demikian, pihaknya akan mencontoh Ceo PT Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim yang sukses di usia muda. Salah satunya dengan memanfaatkan generasi muda untuk terus berinovasi.

Dengan banyaknya sumber daya manusia dari generasi muda, Iman mengungkapkan di tahun 2018 mendatang pihaknya akan melakukan banyak inovasi. Di antaranya menerapkan sistem elektronik berbasis internet dalam mekanisme tender perdagangan.

Selain itu, untuk memaksimalkan penjualan, mereka juga akan membuka Night Sale, artinya mereka membuka perdagangan pada malam hari di mana waktu di Eropa adalah kebalikannya, yaitu siang hari. Perdagangan dilakukan pada pukul 21.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.

“Kami sudah mulai menjual beberapa komoditi terutama CPO kami jual pada pukul jam 09.00 malam hingga Pukul 03.00 pagi. Alhamdulillah kita sudah 6000 ton ekspor. Teman-teman di Eropa timur dari Serbia, Yunani telah kami kunjungi mereka sangat senang dan antusias untuk bisa menerima ekspor CPO dari Indonesia, termasuk kopi dari Indonesia.”

Direktur Utama PTPN III Holding Perkebunan Nusantara, Dasuki Amsir berharap di usianya yang ke-8 PT KPBN selaku penyedia jasa pemasaran dan logistik perkebunan yang terpercaya di tingkat internasional bisa semakin berkembang.

Inovasi-inovasi tersebut, lanjutnya, harus menjadi titik acuan untuk lebih memajukan perusahaan dengan diperkuat sumber daya manusia yang lebih memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.

“Diharapkan ke depannya menjadi perusahaan yang lebih terbuka untuk mencari pasar dan peluang bisnis yang lebih luas, menciptakan inovasi-inovasi seperti transaksi penjualan hasil perkebunan dengan yang menargetkan pasar di benua Eropa Amerika dan Timur Tengah.”

Pemerintah bakal lelang 2 blok terminasi yang tidak diminati Pertamina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana melakukan pelelangan dua blok terminasi yang tidak diminati oleh PT Pertamina (Persero). Kedua blok terminasi tersebut, antara lain Blok East Kalimantan dan Blok Attaka.

“Pertamina diberi penugasan pemerintah 8 blok terminasi, 2 dikembalikan. Existing operator maupun Pertamina mengembalikan, tidak ingin melanjutkan dan akan diserahkan kepada pemerintah yaitu east Kalimantan dan Attaka,” ucap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Ego Syahrial di Kantornya, Jakarta, Selasa (21/11).

Ego mengatakan, 2 blok terminasi yang tidak diminati oleh Pertamina akan dilelang secara terbuka pada tahun 2018. “Kita akan lelang segera, enggak di tahap dua. Awal tahun ini akan kita umumkan,” jelasnya.

Adapun 6 blok terminasi yang diminati Pertamina adalah Blok North Sumatra Offshore (NSO) akan dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE) bersamaan dengan Blok North Sumatra B (NSB). Selain itu, Blok Tengah akan dikelola bersamaan dengan Blok Mahakam karena lokasinya yang berdekatan.

Kemudian, ada Blok Ogan Komering, Blok Sanga-sanga, Blok Tuban, dan Blok East South East Sumatera juga akan dikelola oleh Pertamina. Pengerjaan blok-blok tersebut diharuskan dapat meningkatkan produksi dan meminimalisir biaya produksi.

“Semua ini Pertamina sudah masukin proposal, cuma posisi pemerintah adalah dalam proses alih kelola. Tentu yang dipegang pemerintah adalah produksi tidak boleh turun,” jelasnya.

“Kedua, biaya produksi per barel jangan malah meningkat. Jadi walaupun pemerintah sudah memberi penugasan ke Pertamina tapi tidak sertamerta dengan proposal begitu saja, pemerintah akan evaluasi lagi,” tandasnya.