Tabrakan motor hantam truk, dua warga Pasaman Barat meninggal

Pengendara sepeda motor BA 5612 SC yang tewas tabrakan dengan mobil Truck BA 9783 DZ di Jorong Padang Koto Marapak, Nagari Talarek Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam ternyata warga Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut salah salah seorang keluarganya melalui pesan Media Sosial (Medsos) nya, Hendra Y, mengatakan pengendara motor yang meninggal itu dua orang yaitu Herkules (25) dengan Putra Hidayat (26).

“Herkules tinggal di Jorong Bandar Baru, sementara Putra Hidayat warga Jorong Padang Halaban, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kedua putra yang meningal kecelakaan ini merupakan putra Nagari Sasak yang sangat baik dan santun.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jalan Nasional menghubungkan Kabupaten Agam dengan Kabupaten Pasaman di Jorong Padang Koto Marapak, Nagari Talarek Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam kembali makan korban. Setelah, terjadi kecelakaan antara sepeda motor dengan mobil truck, Sabtu (16/12) sekitar pukul 17.00 Wib

Sepeda Motor Beat BA 5612 SC dan Mobil Truck BA 9783 DZ tabrakan. Sehingga pengendara sepeda motor tewas di tempat.

Seperti dilihat dari akun Facebook DK, terlihat mobil truck rebah, sementara pengendara terletak di pinggir jalan dan di jalan sebelah mobil truck dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Setelah dikonfirmasi Kapolsek Palembayan, Iptu Joni Awis, melalui telepon genggamnya mengatakan betul ada kecelakaan. Tapi, sudah kita laporkan ke pihak Satlantas Polres Agam.

“Kita sudah laporkan ke Satlantas Polres Agam, jadi mereka yang tangani semua,” kata Kapolsek Singkat.

Alami gangguan Jiwa, Ibu canduang Agam pukul Anak kandung hingga tewas

Warga Koto Laweh, Canduang, Agam, dikejutkan dengan ditemukannya seorang perempuan bernama Laspitri (30) dalam keadaan tewas berlumuran darah di rumahnya, Kamis 9 November 2017, sekira pukul 05.00 WIB.

Pelakunya diduga adalah ibu kandung korban sendiri, Kartini (65) yang kemudian diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

Terkait hal itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jember Jumhana, SIK, MH melalui Kapolsek IV Angkat Candung AKP Hendra Restuadi menjelaskan kronologis kejadian yang membuat warga Koto Laweh, Canduang gempar tersebut.

“Diduga terjadi pertengkaran antara korban dengan pelaku di dalam rumah mereka,” ujar Kapolsek.

“Pelaku mengalami gangguan jiwa, sebab yang bersangkutan pernah dirawat di RS Jiwa Gadut Padang dan saat ini sedang rawat jalan, kemudian pelaku memukul kepala korban dengan cangkul hingga korban meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ” terangnya.

Dikatakan juga oleh Hendra Restuadi, menurut keterangan Dokter yang melakukan olah TKP, korban mengalami luka sayat, luka memar, luka lebam dan retak pada rahang kiri bawah, terangnya.

Pihak kepolisian juga tengah meminta keterangan beberapa orang saksi untuk mengungkap penyebab terjadinya peristiwa ini.

Setelah dinyatakan hilang, jasad pria 30 tahun berada dekat Kuburan

Penemuan jasad manusia setengah tulang berjenis kelamin laki-laki di pandam pakuburan Suku Sikumbang di Jorong Ladang Laweh, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (29/10) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, genparkan warga setempat.

Bagaimana tidak kondisi jasad manusia yang setengah utuh, dan berada di atas salah satu kuburan ini tidak pernah diduga sebelumnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga. Belakangan diketahui, mayat tersebut diketahui bernama Rinto (30) warga Pariaman, Sumatera Barat.

Alfian (42), salah seorang warga sekitar penemuan mayat tersebut awalnya ditemukan warga lainnya Am, ketika hendak membersihkan kuburan keluarganya,tepat di lokasi dimana mayat Rinto ditemukan.

“Melihat jasad itu kata Alfian, Am langsung memberi tahu warga sekitar dan melaporkan kepada tokoh masyarakat, pemerintah nagari serta pihak kepolisian melalui Bhabinkantibmas Nagari Ladang Laweh Miftahul Husni, sehingga masyarakat bersama pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP),” katanya.

Sementara itu Kaur Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bukittinggi Bripka Arlen Anderson mengatakan, bahwa kondisi jenazah ketika ditemukan sudah setengah tulang.

“Diperkirakan sudah satu minggu lebih meninggal, saat dilihat sekitar tubuhnya sudah menghitam, tidak lagi berbau seperti temuan mayat biasanya, hal itu dikarenakan perubahan suhu, iklim, serta lokasi sekitar yang lembab, ditambah musim panas, dan setelah di evakuasi, langsung dibawa ke bagian Instalasi Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi,” jelasnya.

Menurut Arlen, berdasarkan pemeriksaan dilokasi, kuat dugaan korban yang meninggal ini akibat menghirup lem.

“Karena disamping jenazahnya ditemukan lem jenis banteng, termasuk juga dugaan mengkonsumsi obat-obatan jenis dextro atau obat batuk berbentuk pil secara berlebihan, yang dapat menimbulkan efek tidur, mabuk, dan merusak fisik maupun psikis,” ungkapnya.

Fuso terbalik, sopir dan kernet berhasil selamat

Satu unit truk dengan nomor polisi (nopol) BA 8595 SU yang membawa 20 ton makanan ikan terbalik karena rem blong di KM 10 Bukittinggi-Medan, Jalan Malambuih Nagari Batang Palupuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (24/10).

Truk dari Lampung menuju Panti Pasaman Timur tersebut diketahui hendak mengatantarkan makanan ikan menuju Kota Padang. Namun, tidak dinyana turunan nan tajam membuat rem pada kendaraan tersebut mengalami blong hingga terbalik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Mobil makanan ikan tersebut, hingga berita ini diturunkan belum bisa dievakuasi oleh warga dan sopir serta pihak kepolisian, karena sopir dan kernet masih menunggu pemilik. makanan ikan dari Padang.

Saksi pemuda setempat, Yadi (24) mengatakan sebelum truk tersebut terbalik, sebuah truk pembaya kayu juga berserakan di jalanan akibat penyebab yang sama, rem blong.

“Awalnya mobil ini melaju kencang dan hilang kendali hinga menabrak tebing pembatas jalan sebelum akhirnya terbalik,” terangnya.

Sementara itu, kernet truk Idil (34) mengatakan bahwa truk yang ditumpanginya tersebut makanan untuk ikan dan akan didistribusikan ke Padang.

“Truk ini masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena masih menunggu kedatangan pemilik dari Kota Padang,” ucapnya sembari menahan sakit di sekujur tubuhnya.

Tabrakan maut dua sepeda motor, satu Orang Tewas

Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil angkutan Umum yang terjadi di Jalan Bukittinggi-Payakumbuh KM 6, Aia Katiak Nagari Biaro Gadang, Kenagarian Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Selasa (24/10) sore menewaskan satu orang.

Adalah Fandi (21), pemilik Yamaha Vixion nomor polisi (nopol) BA 4869 LN yang tewas dalam kejadian tersebut. Warga Jorong Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tersebut sudah dibawa ke kediamannya untuk disemayamkan.

Sementara pengendara sepeda motor lain jenis Kawasaki Ninja BA 3280 LF yang dikendarai Ferri Maulana (32) mengalami patah tulang. Tidak hanya melibatkan keduanya, mobil angkutan umum jurusan Baso dengan nopol BA 1914 LU yang dikemudikan Dani Saputra, warga Biaro, Kecamatan Agam juga terkena imbas dari kecelakaan maut tersebut.

Ferri dan Dani dimintai keterangan sebagai saksi oleh unit kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Polres Agam dan kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan.

Kanit Laka Lantas Polres Agam, Ipda Saherman mengatakan dalam peristiwa berdarah tersebut, pihaknya masih belum bisa memastikan karena saksi yang diperiksa baru hanya sebatas antara pengemudi kendaraan.

“Ada yang mengatakan kendaraan tersebut menghindari anjing, ada pula yang mengatakan karena menabrak anjing. Keterangan dari pemilik kendaraan, satu unit motor Kawasaki yang berlawanan arah di lokasi kejadian terlempar ke sebuah mobil angkutan umum jurusan Baso. Kami masih mencari kebenaran penyebab kecelakaan tersebut, namun untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan,” ucap Saherman.

Sebanyak 20 Ton pupuk diamankan Kodim 0304 Agam

Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam mengamankan 20 ton pupuk yang diduga diselundupkan oleh segelintir orang di Jorong Lasi Tuo, Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (21/10) lalu.

Berawal dari laporan masyarakat petani yang kesulitan dan mengeluhkan susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi, Unit Intel Kodim 0304/Agam bergerak dan melakukan penggerebekan dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi jenis Phonska dan NPK sebanyak 20 ribu kilogram atau sebanyak 20 ton di Jorong Lasi Tuo, Nagari Lasi Tuo, Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dugaan penyelundupan dan penyalahgunaan pupuk jenis Phonska dan NPK itu dibawa menggunakan mobil jenis colt diesel dengan nomor polisi (nopol) BA 8496 LU yang dikendarai oleh seseorang bernama Dayat. Pupuk bersubsidi jenis Phonska dan NPK ini dimuat oleh si sopir dari Batagak, Agam.

Seharusnya, pupuk tersebut harus didistribusikan ke Koto Gadang, Malalak dan Matur namun dialihkan ke Canduang dan mengakibatkan kawasan tersebut kekurangan pupuk bersubsidi.

Dandim 0304/Agam Letkol (Kav) Salim Kurniawan Dewantara mengatakan pada saat penggerebekan, ada beberapa orang tenaga angkut antara lain, Erianto, M. Nur, Yunisman dan Amril, mereka semuanya mengakui bahwa pemilik pupuk dan mobil tersebut adalah Iskandar yang mempunyai gudang di Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam,

“Sementara untuk jumlah pupuk tersebut sebanyak 20 Ton dengan rincian 10 Ton sudah dibongkar di gudang milik Iskandar (Lasi) dan 10 Ton dibawa ke Kodim 0304/Agam sebagai barang bukti,” katanya.

Dandim juga menyebutkan, pada saat penangkapan, sopir mobil melarikan dengan meninggalkan barang bukti berupa mobil dan pupuk tersebut. Begitu dilakukan penggerebekan oleh anggota, pemilik pupuk yang sempat mendatangi lokasi penggerebekan juga melarikan diri dengan alasan mau menjeput DO dan surat jalan, terang Dandim.

“Saat ini barang bukti telah diamankan dan segera kami serahkan ke Polres Bukittinggi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, kita serius menangani persoalan yang merugikan masyarakat ini, kami akan berantas sampai ke akar- akarnya, terutama jika ada pihak- pihak yang bermain atau membekingi semua ini. Untuk itu, kami dari TNI terus melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan dari Dinas Pertanian, dan polisi,” ujarnya

Lebih lanjut Dandim juga mengatakan, penggerebekan ini didasari karena banyaknya laporan dari warga masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengeluhkan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, karena di timbun oleh para spekulan yang ingin mendapatkan keuntungan untuk mereka secara pribadi, ungkapnya.

Terpisah, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Candung, Imrefli menyebutkan, kasus serupa juga pernah terjadi sejak tahun 2016 silam. “Karena kasus ini pernah terungkap tahun 2016, pihak Distributor atas nama Iskandar tidak lagi dipercaya oleh kementerian sebagai Distributor Resmi. Hak distributornya telah dicabut. Namun kami tidak tahu kemana pupuk ini akan diecer oleh dia,” ungkapnya.

Dikatakan juga oleh Imrefli, di Kecamatan Candung saat ini ada sekitar 94 kelompok tani yang terdiri dari berbagai sektor pertanian. Sedangkan luas lahan sawah yang ada mencapai 1.393 hektare. “Menurut data yang ada, sebanyak hampir 70 persen masyarakat Candung adalah petani dan tentu saja membutuhkan pupuk. Namun, saat ini, banyak juga yang mulai beralih ke pupuk organik, karena faktor kelangkaan pupuk bersubsidi ini,” ucapnya.

Gunakan sabu di Mobil, pengawas gudang rokok berusaha kabur

Seorang pengawas di salah satu gudang rokok di Kota Bukittinggi ditangkap oleh polisi pada Jumat (20/10) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Pelaku yang diketahui berinisial DRH (28), warga Jorong III, Kampung Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini menggunakan sabu-sabu di dalam mobil jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) BA 1326 BE di sebuah lapangan tidak jauh dari kediamannya.

Informasi yang berhasil dihimpun, tindakan mencurigakan korban berawal dari mobil yang terparkir dalam kondisi menyala. Warga yang didampingi oleh Wali Jorong setempat kemudian mendekati mobil yang digunakan tersangka.

Wali Jorong III, Nevrigon mengatakan DRH kaget dengan kedatangan warga dan berusaha melarikan diri, namun usahanya tersebut gagal karena kalah cepat dengan masyarakat setempat. Saat pintu dibuka paksa, warga melihat pelaku membuang sesuatu ke dalam kantong mobil, setelah digeledah pelaku tengah mengkonsumsi sabu. Mirisnya, pelaku menggunakan barang haram tersebut ketika masyarakat hendak melaksanakan ibadah salat Jumat.

”Saya berusaha membuka pintu mobil namun dikunci tersangka dari dalam, setelah dipaksa membuka, kami kaget ternyata pelaku mengkonsumsi sabu-sabu,” katanya.

Sambung Nevrigon, dirinya langsung menghubungi Bhatangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabin Kamtibmas)setempat dan tidak lama jajaran kepolisian dari Polsek Tilatang Kamang datang untuk mengamankan pelaku yang sudah berada dalam keadaan melayang tersebut.

”Selama ini penghuni di kawasan tersebut memang jarang bersosialisasi dengan warga setempat. Sehingga kami tidak tahu siapa saja orang yang tinggal dalam komplek tersebut. Bahkan parahnya, ada warga yang tidak mengenal Kepala Jorongnya sendiri,” ujarnya.

Kapolsek Tilatang Kamang, AKP Ali Umar yang turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi langsung melakukan penggeledahan terhadap mobil yang dikendarai tersangka. Disana, polisi berhasil menyita seperangkat alat hisap sabu (bong) dan sisa sabu-sabu yang belum sempat dipakai tersangka.

“Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung menuju TKP dan melakukan penggeledahan terhadap mobil tersangka. Dari dalam mobil, kita berhasil menyita seperangkat alat hisap sabu bersama sisa sabu-sabu paket kecil dan mobil dinas perusahaan yang digunakan pelaku,” jelasnya.

Sementara itu, DRH sendiri mengakui sudah berulang kali mengkonsumsi narkoba sejak hari raya Idul Adha beberapa waktu lalu. ”Sejak habis lebaran kemarin sudah saya konsumsi sabu ini karena tekanan pekerjaan dan sebagai alat untuk menenangkan pikiran saya,” ungkapnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti sudah berada di Mapolres Bukittinggi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut setelah sebelumnya sempat dibawa ke Polsek Tilatang Kamang.

Asyik bercumbu, sepasang siswa SMK diamankan pemuda Jambu Aia

Sepasang Anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial AT (17) dari salah satu SMK Dilubuk Basung dan LC (16) anak SMK di Bukittinggi, tertangkap tangan oleh pemuda Simpang Jambu Aia, Banuhampu, Agam, Jumat (20/10) sekitar pukul 02.00 Wib.

Saat penangkapan, keduanya sedang melakukan mesum dengan kondisi setengah telanjang bagian bawah, disalah satu kos wanita, diwilayah setempat.

Awalnya, dicurigai Oleh pemuda yang sedang Ronda Di Jambu Aia, beberapa waktu lalu, seringnya anak kos wanita diantarkan pacarnya dengan berlama-lama duduk dikosan wanita.

Awalnya, AT antarkan pacarnya LC pulang kekosan, dan memarkirkan motornya didepan, lalu ngobrol-ngobrol didepan kos. Tak lama kemudian, pasangam remaja ini sudah tak terlihat oleh pemuda dilokasi parkir motornya itu.

Dengan curiga, salah seorang pemuda mengintip lewat jendela kaca kosan tersebut. Teryata, pasangan remaja sedang melakukan hubungan suami Istri dengan kondisi wanita pakai tentok dan sudah tidak bercelana sedangkan lelaki kondisi bukak baju dan masih bercelana.

Ditengah pengintipan itu, pemuda itu dicurigai maling oleh anak kosan sebelah yang baru pulang dari kerjaan dan menteriaki pemuda tersebut, hingga pemuda itu pergi memangil bantuan kepada temannya.

Dengan telah didatangi pemuda sebanyak 10 orang lebih, pasangan remaja tersebut masih didalam kosan, bermadu kasih dengan ciuman-ciuman. Dengan itu, pemuda itu masuk kedalam kos tersebut dan pergok pasangan tersebut masih setengah telanjang.

Setelah tertangkap basah remaja yang bersatus sekolah tersebut, dengan cepatnya datang tokoh masyarakat Wali Nagari ditempat kejadian. Untungnya, tidak ada aksi pemukulan kepada tersangka mesum tersebut dan pada akhirnya kedua pelaku dibawa ke Kantor Wali Nagari Jambu Aia.

Salah seorang pemuda, Andre (30) Saksi mata melihat aksi mesum remaja tersebut mengatakan, Setelah melihat pasangan remaja tersebut masuk kedalam gang kosan wanita itu, yang waktunya hampir satu jam. Namun, laki-laki itu belum juga keluar dari gang tersebut.

“Setelah saya masuk kedalam gang, saya cuma melihat sepeda motor lelaki itu terpakir di depan kos, dan dengan waktu berkunjung sudah habis pukul 22.00 Wib. Saya mencoba masuk dalam kawasan Kosan wanita tersebut, ternyata mereka sedang mesum,” kata Andre.

Wali Nagari Jambu Aia, Muhammad Risman saat dikonfirmasi membenarkan adanya pasangan remaja telah melakukan perbuatan asusila disalah satu kos perempuan dikawasan Jambu Air, dengan posisi setengah telanjang. Setelah itu, memangil pihak keluarga pasangan remaja tersebut dan pihak sekolah.

“Dengan kelakuan pasangan tersebut, yang sudah berani melakukan asusila dikawasan Jambu Aia, sesuai adat nagari, satu orang kepada pasangan telah membuat surat pernyataan. Kalau telah mengakui kesalahanya, dan kami memangil Orang tuanya supaya melihat apa yang sudah dilakukan anaknya di kampung kami,” ujarnya

Dengan apa yang sudah dilakukan oleh pasangan tersebut, sudah mencoreng nama kampung, tentunya mempunyai sangsi adat nagari yang harus di penuhi pihak keluarga pasangan.

“Kami mempunyai sangsi adat setiap ada yang melangar salingka adat di Jambu Aia. Pasangan itu, akan dikenakan 30 Sak semen perorangnya, itu urusan keluarga dengan pemuda dan masyarakat, bukan unsur paksaan dari kami,” jelasnya.